Tarif Trump

Asean Sepakat Tak Retaliasi Tarif Trump, Pilih Perkuat Ekonomi Regional

Asean Sepakat Tak Retaliasi Tarif Trump, Pilih Perkuat Ekonomi Regional

()

Bisnis.com, JAKARTA — Negara-negara yang tergabung dalam Association of Southeast Asian Nations (Asean) sepakat untuk tidak melakukan retaliasi terhadap tarif resiprokal dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan kesepakatan tersebut lahir dalam Asean Economic Ministers (AEM) Special Meeting, yaitu pertemuan khusus para Menteri Perdagangan Asean yang diadakan dalam jaringan pada 10 April 2025.

“Pada prinsipnya, pertemuan menyepakati agar Asean melakukan dialog dengan Amerika Serikat untuk menjaga hubungan yang tetap baik,” tulisnya dalam keterangan resmi, Jumat (11/4/2025). 

Harga Emas Tembus Rekor Baru, Saham ANTM, BRMS Cs Kompak Melonjak

Harga Emas Tembus Rekor Baru, Saham ANTM, BRMS Cs Kompak Melonjak

()

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas dunia mencatatkan rekor baru tersulut oleh semakin panasnya perang dagang. Harga saham deretan emiten terkait tambang dan perdagangan emas seperti PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) serta PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) pun dibuka melonjak.

Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (11/4/2025), harga emas di pasar spot terpantau menguat 1,04% ke level US$3.209,22 per troy ounce pada pukul 8.30 WIB.

Sementara itu, harga emas berjangka Comex AS menguat 1,58% ke US$3.227,80 per troy ounce. Penguatan ini memperpanjang reli emas yang telah menanjak lebih dari 3% selama dua hari berturut-turut.

Gedung Putih Tegaskan Tarif Trump ke China Minimal 145%, Bukan 125%

Gedung Putih Tegaskan Tarif Trump ke China Minimal 145%, Bukan 125%

()

Bisnis.com, JAKARTA – Gedung Putih memberikan keterangan bahwa tarif impor AS atas barang-barang dari China dikenai tarif minimum 145%,  bukan 125% seperti yang diumumkan sebelumnya.

Melansir New York Times, Jumat (11/4/2025), sehari sebelumnya, Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa tarif terhadap China akan naik menjadi 125% sebagai respons atas langkah balasan dari China.

Namun pada Kamis, Gedung Putih merinci bahwa angka 125% tersebut ditambahkan di atas tarif 20% yang sebelumnya sudah diterapkan terhadap barang-barang asal China, sebagai sanksi atas dugaan keterlibatan negara itu dalam rantai pasok fentanyl ke AS.

IHSG Dibuka Melemah 1,17% ke 6.180, Saham BBRI, BBCA  BMRI Kompak Ambrol

IHSG Dibuka Melemah 1,17% ke 6.180, Saham BBRI, BBCA BMRI Kompak Ambrol

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 1,17% ke level 6.180,74 pada perdagangan akhir pekan hari ini, Jumat (11/4/2025). Saham bank jumbo seperti BBRI, BBCA hingga BBNI terpantau kompak melemah.

Data RTI Business pukul 09.01 WIB menunjukkan, IHSG turun 1,17% atau 73,28 poin ke level 6.180,74 pada awal sesi perdagangan. Rentang pergerakan IHSG berada di antara 6.148 hingga 6.198.

Total perdagangan saham mencapai 632,30 juta lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp636,22 miliar dan frekuensi sebanyak 49.604 kali. Tercatat 112 saham menguat, 233 saham melemah, dan 180 saham stagnan. Kapitalisasi pasar atau market cap Bursa tercatat mencapai Rp10.587 triliun.

IHSG Diramal Lanjut Tancap Gas ke 6.500 Hari Ini, Pantau Saham TLKM, UNVR  JPFA

IHSG Diramal Lanjut Tancap Gas ke 6.500 Hari Ini, Pantau Saham TLKM, UNVR JPFA

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan kemarin. Hari ini, Jumat (11/4/2025) IHSG diproyeksikan akan lanjut tancap gas menguji resistance level 6.500.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 4,79% ke level 6.254,02 pada perdagangan kemarin, Kamis (10/4/2025).

Penguatan IHSG pada perdagangan kemarin terjadi seiring dengan tarik ulur kebijakan tarif impor AS. Presiden AS Donald Trump telah menunda pemberlakukan skema tarif impor timbal balik (reciprocal tariff) selama 90 hari sebagai tanggapan atas pendekatan dari puluhan negara. Trump juga menaikkan pungutan impor China menjadi 125%.

OPINI : ‘Hari Pembebasan’ Amerika: Akhir dari Era Perdagangan Bebas?

OPINI : ‘Hari Pembebasan’ Amerika: Akhir dari Era Perdagangan Bebas?

()

Bisnis.com, JAKARTA - Perdagangan global yang dibangun di atas sistem berbasis aturan (rules-based system) yang dipelopori antara lain oleh Amerika Serikat sejak tahun 1947 (GATT-General Agreement on Tariffs and Trade) dan dilanjutkan dengan pembentukan organisasi perdagangan dunia WTO (World Trade Organization) tahun 1995 nampak bermasa depan suram.

Pada tanggal 2 April 2025, dalam sebuah acara dramatis di Gedung Putih, Presiden Donald Trump mengumumkan tarif bea masuk baru untuk beberapa negara mitra dagang sebagai bagian dari upayanya untuk meningkatkan ekonomi Amerika dan melindungi industri dalam negeri. Sekaligus Trump juga mengumumkan tarif timbal balik untuk sejumlah 92 negara yang memiliki defisit perdagangan terbesar dengan AS, termasuk Indonesia.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 11 April 2025

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 11 April 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi fluktuatif namun akan ditutup menguat di rentang  Rp16.750–Rp16.830 pada perdagangan akhir pekan hari ini, Jumat (11/4/2025), usai parkir di zona hijau kemarin.

Pada penutupan perdagangan Kamis (10/4), rupiah menguat 0,29% atau 49,5 poin ke level Rp16.823 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS terpantau melemah 0,46% ke posisi 102,42.

Sementara itu, mata uang di Asia mayoritas menguat. Yen Jepang menguat sebesar 1% bersama won Korea sebesar 0,61%. Adapun, yuan China dan ringgit Malaysia ditutup perkasa dengan persentase masing-masing 0,03% dan 0,62%.

Laju Inflasi AS Turun Meski Ada Sentimen Dampak Tarif Trump

Laju Inflasi AS Turun Meski Ada Sentimen Dampak Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Inflasi AS turun secara umum ke 2,8% pada Maret 2025, di tengah ancaman kenaikan harga imbas penerapan tarif resiprokal Presiden Tarif Donald Trump.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (10/4/2025), indeks harga konsumen (IHK)—tak termasuk harga pangan dan energi yang sering bergejolak—meningkat 0,1% dari Februari. Itu peningkatan terendah dalam sembilan bulan terakhir menurut data terbaru Biro Statistik Tenaga Kerja.

IHK secara keseluruhan turun 0,1% dari bulan sebelumnya, penurunan pertama dalam hampir lima tahun.

Para Pengusaha Minta RI Tak Lengah Usai Tarif Trump Ditunda

Para Pengusaha Minta RI Tak Lengah Usai Tarif Trump Ditunda

()

Bisnis.com, JAKARTA — Kalangan dunia usaha buka suara seusai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda skema tarif timbal balik atau tarif resiprokal selama 90 hari, kecuali untuk China yang tetap dikenakan tarif tinggi menjadi 125%.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani meminta agar pemerintah tidak terdistraksi meski Trump mengumumkan kabar yang lebih positif. Sebab, risiko terhadap ekonomi nasional masih tetap tinggi.

“Jangan lengah atau terdistraksi, karena risiko-risiko terhadap ekonomi nasional tetap tinggi dan memberikan efek tekanan pertumbuhan yang sama meski dengan perkembangan kebijakan tarif Trump yang lebih positif saat ini [penundaan tarif Trump],” kata Shinta, Kamis (10/4/2025).

Daftar Misi Airlangga Cs Nego Tarif Trump di AS Pekan Depan

Daftar Misi Airlangga Cs Nego Tarif Trump di AS Pekan Depan

()

Bisnis.com, JAKARTA — Delegasi Indonesia akan membawa sejumlah misi khusus saat terbang ke Amerika Serikat untuk menegosiasikan tarif resiprokal yang diterapkan Presiden AS Donald Trump.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menjelaskan delegasi pemerintah akan terbang ke Washington DC, AS untuk melakukan negosiasi resmi pada pekan depan. Delegasi tersebut akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.

"Tujuan kami untuk memperjelas cakupan kebijakan tarif resiprokal, mendorong perlakuan yang adil, dan soroti kerugian dari penerapan tarif tersebut—tidak hanya bagi eksportir Indonesia tetapi juga bagi importir dan konsumen AS," jelas Roro dalam Public Forum yang diselenggarakan CSIS, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2025).

Pejabat The Fed Beri Kode Tahan Suku Bunga, Efek Tarif Trump?

Pejabat The Fed Beri Kode Tahan Suku Bunga, Efek Tarif Trump?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pejabat bank sentral AS Federal Reserve alias The Fed memberi kode akan mempertahankan suku bunga acua untuk meminimalkan risiko kenaikan inflasi akibat kebijakan tarif resiprokal yang ditetapkan oleh Presiden Donald Trump.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (10/4/2025), dalam komentar dan wawancara publik, sejumlah pejabat telah mengirimkan sinyal yang jelas bahwa mereka mengesampingkan pemotongan suku bunga meski akan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Para pemegang otoritas fiskal itu lebih komitmen mereka menjaga inflasi dan ekspektasi warga Amerika agar harga-harga tetap terkendali.

Tarif Trump Ditunda, Pemerintah RI Pilih Wait and See

Tarif Trump Ditunda, Pemerintah RI Pilih Wait and See

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menyambut baik keputusan Presiden AS Donald Trump yang menunda penerapan tarif resiprokal ke negara-negara mitra dagangnya termasuk Indonesia selama 90 hari.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menjelaskan keputusan Trump itu merupakan sinyal baik bagi Indonesia. Apalagi, sambungnya, Indonesia sudah menegaskan tidak melakukan retaliasi melainkan negosiasi.

"Kami pasti akan terus memantau perkembangan terbaru terkait hal ini," ujar Dyah Roro dalam Public Forum yang diselenggarakan CSIS, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2025).

Ini Alasan Uni Eropa Tunda Implementasi Tarif Balasan ke AS

Ini Alasan Uni Eropa Tunda Implementasi Tarif Balasan ke AS

()

Bisnis.com, JAKARTA - Uni Eropa akan menunda penerapan tarif balasannya terhadap AS atas bea masuk 25% yang dikenakan Presiden Donald Trump pada ekspor baja dan aluminium blok tersebut selama 90 hari.

Melansir Bloomberg pada Kamis (10/4/2025), Uni Eropa akan melanjutkan tarif yang akan dikenakan pada sekitar €21 miliar atau US$23,2 miliar barang-barang AS dan kemudian segera menangguhkannya saat mulai berlaku, menurut juru bicara Komisi Eropa, yang menangani masalah perdagangan untuk blok tersebut.

Eksportir Ungkap Berkah Indonesia di Balik Penundaan Kebijakan Tarif Trump

Eksportir Ungkap Berkah Indonesia di Balik Penundaan Kebijakan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Eksportir menyebut penundaan skema tarif timbal balik atau tarif resiprokal selama 90 hari bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengekspor barang ke Amerika Serikat (AS).

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan kesempatan itu terbuka selama 90 hari ke depan.

“Kesempatan untuk mengirim barang selama penundaan reciprocal tariff,” kata Benny kepada Bisnis, Kamis (10/4/2025).

Menurut Benny, penundaan kebijakan tarif tinggi akan menguntungkan Indonesia. Salah satu keuntungan untuk Indonesia adalah bisa lakukan pengiriman barang dengan tarif 10% terhadap harga cost and freight (CNF) atau eksportir menanggung biaya transportasi barang cargo sampai ke pelabuhan tujuan.

Pasca Rebound, IHSG Berpeluang Terus Menguat

Pasca Rebound, IHSG Berpeluang Terus Menguat

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sempat melorot 9,19% saat pembukaan pasca Lebaran kni berangsur membaik. Kinerja perbaikan lanjutan pun diperkirakan masih akan terjadi.

Drama pasar modal pasca Lebaran masih hangat diperbincangkan. Pada Selasa, (8/4/2025), indeks komposit sempat anjlok 9,19% hingga menyentuh level 5.912, mencatatkan penurunan harian terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan terpaksa melakukan trading halt karena tekanan jual yang luar biasa. Kepanikan melanda, ribuan trader cut loss, dan mayoritas analis memproyeksikan IHSG akan terus longsor.

Produsen Alas Kaki Tetap Waspada Meski Tarif Trump Ditunda

Produsen Alas Kaki Tetap Waspada Meski Tarif Trump Ditunda

()

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) akan tetap waspada dan mencari upaya antisipatif untuk menghadapi dampak dari penerapan tarif resiprokal impor Amerika Serikat (AS) atas produk Indonesia sebesar 32% yang saat ini ditunda. 

Direktur Eksekutif Aprisindo Yoseph Billie Dosiwoda mengatakan, penundaan tersebut merupakan kabar baik. Namun, pelaku usaha dan pemerintah masih perlu mengupayakan proses negosiasi agar tarif impor tersebut dapat diturunkan. 

"Artinya, 3 bulan ke depan atau 90 hari, tetap mendukung pemerintah untuk melakukan negosiasi sebagai jalan yang dipilih dari delegasi menteri yang dikirim agar nanti hasilnya [tarif] tidak setinggi ini," kata Billie kepada Bisnis, Kamis (10/4/2025). 

Tarif Trump Dinilai Tak Berdampak Signifikan bagi Asuransi Kargo Laut RI

Tarif Trump Dinilai Tak Berdampak Signifikan bagi Asuransi Kargo Laut RI

()

Bisnis.com, JAKARTA – Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menerapkan tarif timbal balik (reciprocal tariff) disebut akan berdampak terhadap lini usaha marine cargo di industri asuransi Indonesia. 

Pengamat asuransi Irvan Rahardjo mengatakan kebijakan tersebut memang tidak signifikan berdampak bagi lini usaha asuransi marine cargo.

"Karena selama ini aktivitas ekspor RI ke AS dilaksanakan dengan syarat pengangkutan free on board (FOB), artinya jaminan asuransi dan biaya pengapalan (freight) tidak ditanggung oleh eksportir di Indonesia melainkan oleh pihak importir di AS, sehingga asuransi di Indonesia tidak membukukan bisnis marine cargo export," kata Irvan kepada Bisnis, Kamis (10/4/2025).

Kadin AS Tunggu Realisasi Prabowo Hapus Kuota Impor dan Relaksasi TKDN

Kadin AS Tunggu Realisasi Prabowo Hapus Kuota Impor dan Relaksasi TKDN

()

Bisnis.com, JAKARTA - Kamar Dagang Amerika di Indonesia (American Chamber Of Commerce in Indonesia/AmCham Indonesia) angkat bicara terkait rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menghapuskan kuota impor dan membuat aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih fleksibel.

Managing Director AmCham Indonesia, Donna Priadi menyebut perusahaan-perusahaan AS percaya perubahan peraturan amat diperlukan. Hal tersebut bukan hanya untuk menghadapi kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump, tetapi juga meningkatkan iklim investasi dan kemudahan berbisnis di Indonesia.

Taiwan Siap Tambah Impor LNG dari AS hingga Rp3.366 Triliun Demi Rayu Trump

Taiwan Siap Tambah Impor LNG dari AS hingga Rp3.366 Triliun Demi Rayu Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Taiwan berencana menambah pembelian gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dari Amerika Serikat (AS) senilai US$200 miliar atau setara Rp3.366,8 triliun (asumsi kurs Rp16.834 per US$) untuk 1 dekade ke depan.Hal ini dilakukan sebagai respons penerapan tarif impor timbal balik (reciprocal tariff) sebesar 32% dari Presiden AS Donald Trump kepada Taiwan.Rencana pembelian LNG itu bertujuan untuk mempersempit defisit dagang AS dari Taiwan. Dengan begitu, Trump diharapkan bisa lebih melunak terkait kebijakan tarif resiprokal.Dilansir dari Reuters, Kamis (10/4/2025), Presiden Taiwan Lai Ching-te mengatakan bahwa Taipei tidak akan membalas tarif AS. Dia pun ingin meningkatkan impor dan investasi dari AS.Adapun, pembelian LNG AS hingga US$200 miliar itu rencananya akan dieksekusi oleh pemerintah Taiwan dan perusahaan-perusahaan milik negara. Dengan kata lain, impor LNG senilai US$200 miliar tak termasuk pembelian oleh perusahaan swasta.Selain itu, rencana pembelian LNG itu meningkatkan porsi impor AS ke Taiwan dari sebelumnya 10% menjadi 30%. Selama ini, sebagian besar LNG Taiwan berasal dari Australia dan Qatar.Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia-lung mengatakan, kini ada ruang bernapas untuk melakukan pembicaraan yang lebih terperinci dan mendalam dengan AS."Kami berharap dapat memanfaatkan pasar AS yang besar, modal teknologi dan bakat mereka yang luar biasa, untuk membentuk koalisi Taiwan-AS, pendekatan armada gabungan," katanya.Lin mengeklaim pihaknya telah mengirim proposal kerja sama perdagangan kepada AS. Dia juga menyebut proposal itu sudah diterima pihak AS.Di sisi lain, pemerintah Taiwan juga akan memanfaatkan kesempatan untuk melakukan pembicaraan langsung dan efektif dengan Negeri Paman Sam.

Negosiasi Tarif Trump: Peningkatan Impor LPG  Minyak AS Dinilai Rasional

Negosiasi Tarif Trump: Peningkatan Impor LPG Minyak AS Dinilai Rasional

()

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat menilai rencana pemerintah untuk mengerek impor liquefied petroleum gas (LPG) dan minyak mentah dari Amerika Serikat (AS) cukup rasional.

Langkah pemerintah itu berkaitan dengan upaya negosiasi tarif impor timbal balik (reciprocal tariff) sebesar 32% yang diterapkan Presiden AS Donald Trump kepada RI.

Selain meningkatkan impor LPG dan minyak mentah, pemerintah juga berjanji akan membeli drilling rig atau peralatan yang digunakan untuk mengebor sumur migas dari AS. Peningkatan impor itu bertujuan mengurangi defisit dagang AS dari Indonesia sehingga diharapkan dapat melunakkan kebijakan tarif AS.

Produsen Tekstil Wanti-wanti Jaga Defisit AS Usai Tarif Trump Ditunda

Produsen Tekstil Wanti-wanti Jaga Defisit AS Usai Tarif Trump Ditunda

()

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) mewanti-wanti agar defisit neraca perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) tetap dijaga usai tarif resiprokal impor ditunda. 

Ketidakpastian hasil negosiasi dengan AS masih memunculkan kekhawatiran akan penerapan tarif 32% yang diberlakukan untuk Indonesia. Dengan penundaan penerapan tarif 3 bulan ke depan, bukan tidak mungkin terjadi pola permintaan yang berubah signifikan. 

Ketua Umum APSyFI Redma G. Wirawasta mengatakan, pihaknya meyakini dalam 90 hari ke depan dan upaya negosiasi yang dilakukan pemerintah akan mendorong perubahan tarif resiprokal impor AS untuk Indonesia. 

Langkah RI Selanjutnya usai Tarif Timbal Balik Trump Ditunda

Langkah RI Selanjutnya usai Tarif Timbal Balik Trump Ditunda

()

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengedepankan dialog dan negosiasi dalam merespons pemberlakuan tarif timbal balik yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. 

Di sisi lain, situasi perang dagang ini dapat menjadi momentum positif bagi Indonesia memperkuat kerja sama regionalnya.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menilai penundaan tarif impor AS menjadi sinyal positif. Dia mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang tidak melakukan tindakan Balasan atau retaliasi terhadap AS.

Ekspor Permesinan RI ke AS Bisa Melesat Usai Tarif Trump Ditunda 3 Bulan

Ekspor Permesinan RI ke AS Bisa Melesat Usai Tarif Trump Ditunda 3 Bulan

()

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) memproyeksikan terjadinya fenomena demand shock atau perubahan permintaan yang melesat atas produk permesinan (HS 84-85) Indonesia ke Amerika Serikat (AS). 

Hal ini seiring dengan langkah AS menunda penerapan tarif timbal balik atau resiprokal sementara selama 90 hari ke depan sebagai tanggapan atas pendekatan dari berbagai negara, termasuk Indonesia. 

Ketua Umum Gamma Dadang Asikin mengatakan, penundaan pengenaan tarif resiprokal impor AS ini dapat dijadikan momentum bagi pengusaha AS untuk mengimpor permesinan dari Indonesia, termasuk spare part, komponen mesin hingga pengerjaan logam. 

Peluang Besar RI saat Tarif Trump Ditunda 90 Hari, Ekonom Sarankan Ini

Peluang Besar RI saat Tarif Trump Ditunda 90 Hari, Ekonom Sarankan Ini

()

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mendorong pemerintah untuk memanfaatkan sejumlah kebijakan ekspor maupun deregulasi pajak, di kala Trump menunda tarif impor 32% untuk RI.

Fakhrul menyampaikan bahwa peluang re-shoring dari beberapa negara yang diekspektasikan akan terkana dampak lebih besar dari Indonesia—seperti Vietnam, Bangladesh, China, dan Thailand—dapat dioptimalkan.

Industri seperti tekstil garmen, sepatu, dan furnitur dapat menjadi industri yang memiliki prospek positif untuk Indonesia.

“Kebijakan terkait dengan deregulasi untuk perizinan usaha dan kemudahan ekspor harus dipercepat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (10/4/2025). 

Sri Mulyani Manfaatkan Jeda 90 Hari Pengenaan Tarif Trump untuk Cari Solusi

Sri Mulyani Manfaatkan Jeda 90 Hari Pengenaan Tarif Trump untuk Cari Solusi

()

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa rencana tarif Amerika Serikat dapat mengurangi potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,3%—0,5%. 

Melansir dari Reuters, Kamis (10/4/2025), Sri Mulyani menuturkan dengan adanya jeda 90 hari untuk menerapkan pungutan tersebut memberikan waktu untuk mendiskusikan solusi-solusi. 

Bendahara Negara tersebut mengatakan bahwa Indonesia menyambut baik jeda 90 hari ini karena memberikan kesempatan untuk memitigasi atau menghindari risiko negatif dari tarif-tarif tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi.  

Kapitalisasi Bursa AS Melonjak US$4 Triliun usai Trump Tunda Tarif, Masih Tekor

Kapitalisasi Bursa AS Melonjak US$4 Triliun usai Trump Tunda Tarif, Masih Tekor

()

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham Amerika Serikat melesat tajam dan mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak 2008 setelah Presiden Donald Trump memutuskan menunda pemberlakuan sebagian besar tarif impornya selama 90 hari.

Indeks S&P 500 melonjak 9,5%—kenaikan harian tertajam dalam 16 tahun terakhir. Nasdaq melesat 12,2% dalam reli satu hari terbesar sejak Januari 2001, sementara Dow Jones melonjak hampir 3.000 poin atau 7,87% ke level tertinggi baru.

Kapitalisasi saham indeks S&P 500 juga melonjak US$4 triliun imbas penundaan tarif Trump. Namun masih belum kembali ke level kapitalisasi awal sebelum Wall Street kehilangan US$6 triliun hanya dalam dua hari setelah Trump mengumumkan tarif timbal balik.

Tarif Impor Trump, Negara Asean Pilih Manut

Tarif Impor Trump, Negara Asean Pilih Manut

()

Bisnis.com, JAKARTA - Negara-negara Asia Tenggara meminta ruang dialog dengan Amerika Serikat terkait tarif perdagangan dan manut dengan menyebut tidak akan memberlakukan tindakan pembalasan.

Sebelum jeda 90 hari diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penerapan tarif impor, enam dari sembilan negara Asia Tenggara yang menjadi target pemerintah AS telah dikenai tarif yang jauh lebih besar dari perkiraan, yakni antara 32% hingga 49%.

Sebagai perbandingan, tarif untuk Uni Eropa sebesar 20%, Jepang 24%, dan India 27%.

Musim Dividen jadi Pemanis Kerek Laju Rebound IHSG

Musim Dividen jadi Pemanis Kerek Laju Rebound IHSG

()

Bisnis.com, JAKARTA — Beberapa emiten terpantau sudah menjadwalkan tanggal cum date dividen dalam waktu dekat. Musim pembagian dividen ini diproyeksi bisa menjadi pemanis di tengah volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Analis dan VP Marketing, Strategy, and Planning Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan pembagian dividen bisa menjadi pemanis di tengah volatilitas pasar yang meningkat saat ini, seiring dengan sentimen tarif AS. 

"Meski demikian, secara historis memang setelah ex-date biasanya terjadi koreksi, terlebih dengan dividen yield yang tinggi atau lebih dari 5%," ujarnya, Kamis (10/4/2025).

Mentan Amran Sebut Tarif Trump Tidak Terlalu Berpengaruh bagi Indonesia

Mentan Amran Sebut Tarif Trump Tidak Terlalu Berpengaruh bagi Indonesia

()

MAKASSAR, KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan, kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) mengenai tarif impor sebesar 32 persen untuk Indonesia tidak akan terlalu berdampak signifikan.

"Saya kira tidak terlalu berpengaruh, kenapa? Artinya ada dampak, tapi tidak perlu khawatir. Kita ini punya biofuel sebanyak 1,7 juta ton ke AS. Kalau ini kita harus kurangi, artinya kita menjadikan biofuel dalam negeri yakni B40. B50 kita butuhkan 5,3 juta ton, berarti tidak ada masalah," ujar Amran dalam acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar di Hotel Sheraton Four Point, Makassar, Kamis (10/4/2025).

Tarif Impor Trump Ditunda 90 Hari, Uni Eropa Nilai Langkah Maju

Tarif Impor Trump Ditunda 90 Hari, Uni Eropa Nilai Langkah Maju

()

Bisnis.com, JAKARTA - Uni Eropa (UE) buka suara terkait langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menunda pemberlakuan tarif timbal balik terhadap puluhan negara.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan langkah Trump tersebut merupakan langkah penting menuju stabilisasi ekonomi global.

Von der Leyen, yang mengepalai badan eksekutif Uni Eropa, mengatakan blok tersebut tetap berkomitmen pada negosiasi konstruktif dengan Amerika Serikat, dengan tujuan mencapai perdagangan yang lancar dan saling menguntungkan.