Tarif Trump

Benarkah Efek Tarif Trump Picu Badai PHK RI? Ini Kata Kemnaker

Benarkah Efek Tarif Trump Picu Badai PHK RI? Ini Kata Kemnaker

()

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menanggapi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Indonesia, buntut kebijakan tarif timbal balik yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker Indah Anggoro Putri menyampaikan, sejauh ini belum ada kajian secara spesifik mengenai dampak kebijakan tarif AS terhadap hubungan industrial dan ketenagakerjaan secara umum.

“Belum ada kajian secara spesifik,” kata Indah kepada wartawan di Kantor Kemnaker, Jakarta, Kamis (10/4/2025).

Prospek Cuan  Boncos Sektor Saham IHSG di Tengah Perang Dagang

Prospek Cuan Boncos Sektor Saham IHSG di Tengah Perang Dagang

()

Bisnis.com, JAKARTA – Fundamental ekonomi yang kuat diperkirakan dapat menjadi bantalan Indonesia dalam menghadapi perang dagang. Kendati demikian, ada sejumlah sektor seperti konsumer dan komoditas yang dinilai cukup rentan di tengah kondisi saat ini.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan mengatakan bahwa jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, Indonesia disebut relatif siap menghadapi perang dagang lantaran rendahnya ketergantungan ekonomi terhadap ekspor.

Adapun, kontribusi ekspor Indonesia tercatat mencapai sekitar 22% dari Produk Domestik Bruto (PDB). 

Ini Jadwal Negosiasi Tim RI ke AS usai Tarif Trump Ditunda 90 Hari

Ini Jadwal Negosiasi Tim RI ke AS usai Tarif Trump Ditunda 90 Hari

()

Bisnis.com, JAKARTA — Utusan pemerintah Indonesia akan bertandang ke Amerika Serikat untuk bernegosiasi soal tarif Trump. Adanya penundaan tarif impor selama 90 hari memberi waktu lebih bagi banyak negara, termasuk Indonesia, untuk bernegosiasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pemerintah telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait tarif impor.

Menurutnya, Indonesia masih menunggu waktu yang diberikan oleh pihak AS.

"Indonesia sudah berkirim surat dengan USTR [United States Trade Representative atau Kantor Perwakilan Dagang AS], Secretary Commerce [Howard Lutnick], dan Secretary Treasury [Scott Bessent] dan selanjutnya menunggu jadwal yang diberikan oleh masing masing kementerian," ujar Airlangga kepada Bisnis, Kamis (10/4/2025).

Saham Perbankan BBCA, BMRI, BBRI Cs Ikut Terbang usai Trump Tunda Tarif Impor

Saham Perbankan BBCA, BMRI, BBRI Cs Ikut Terbang usai Trump Tunda Tarif Impor

()

Bisnis.com, JAKARTA — Saham sektor perbankan seperti BBCA, BMRI dan BBRI turut melesat pada awal perdagangan hari ini Kamis (10/4/2025) usai kebijakan penundaan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga penutupan sesi pertama, harga saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 7,22% atau 340 poin hingga menyentuh level 5.050.

Saham bank pelat merah lainnya yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga bergerak ke level 4.270, naik 5,69% atau 230 poin. Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga menghijau 4,41% alias 160 poin menjadi 3.790. 

Produsen Pede Utilitas Produksi Tekstil Bangkit Jika Kerek Impor Kapas dari AS

Produsen Pede Utilitas Produksi Tekstil Bangkit Jika Kerek Impor Kapas dari AS

()

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) optimistis peningkatan porsi impor kapas dari Amerika Serikat (AS) hingga 50% dapat mendorong tingkat utilitas produksi tekstil. 

Rencana peningkatan impor kapas juga menjadi salah satu bahan negosiasi kepada AS untuk menekan tarif resiprokal impor atas barang asal Indonesia sebesar 32%. 

Ketua Umum APSyFI Redma Gita Wirawasta mengatakan, dalam kondisi normal atau saat tingkat utilitas produksi 75%, kebutuhan kapas nasional yang diimpor bisa mencapai US$600 juta per tahun. Setengah atau 50% dari kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dari AS.

Terjegal Tarif Trump, Selamat Sempurna (SMSM) Perluas Pasar Ekspor

Terjegal Tarif Trump, Selamat Sempurna (SMSM) Perluas Pasar Ekspor

()

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten komponen otomotif PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM) akan mencari dan mempertimbangkan alternarif pasar ekspor di tengah implementasi kenaikan tarif impor AS.

Wakil Presiden Direktur Selamat Sempurna Ang Andri Pribadi mengatakan perseroan sudah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi dampak tarif Trump tersebut. Salah satunya, perseroan mencari dan mempertimbangkan alternatif pasar ekspor lainnya. 

"Terkait kebijakan Trump, saat ini, SMSM sedang mempersiapkan langkah–langkah untuk menghadapi kebijakan ini diantaranya yaitu mengevaluasi ulang strategi bisnis ekspor," ujar Andri kepada Bisnis, Selasa (8/4/2025).

Daftar 56 Negara Dapat Penundaan Tarif Trump 90 Hari, Ada Indonesia?

Daftar 56 Negara Dapat Penundaan Tarif Trump 90 Hari, Ada Indonesia?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan menunda sementara selama 90 hari atas kebijakan tarif impor "balasan" terhadap puluhan negara mitra dagang. 

Dikutip melalui Bloomberg, keputusan yang telah berjalan sejak diumumkan pada Rabu (9/5/2025) waktu setempat ini terjadi hanya kurang dari 24 jam setelah tarif tersebut diberlakukan.

Dalam pernyataan resminya, Trump menyebut penundaan ini sebagai strategi untuk memberikan ruang negosiasi bagi negara-negara yang terkena dampak. 

Dari total 75 negara mitra dagang AS yang disebutnya mengajukan permintaan pembicaraan ulang, sebanyak 56 negara secara spesifik tercantum dalam daftar Gedung Putih sebagai pihak yang dikenai tarif balasan atau tarif resiprokal dengan besaran bervariasi.

China Deflasi Dua Bulan Beruntun, Imbas Perang Dagang Lawan Trump

China Deflasi Dua Bulan Beruntun, Imbas Perang Dagang Lawan Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - China mengalami deflasi selama dua bulan beruntun seiring dengan tensi perang dagang yang meningkat dengan AS memberikan tekanan lebih besar pada harga barang.

Data Biro Statistik Nasional (NBS), China mencatat indeks harga konsumen atau inflasi China turun 0,1% secara year on year (yoy) pada Maret 2025 dibandingkan dengan penurunan 0,7% pada bulan sebelumnya. Sementara itu, perkiraan median ekonom yang disurvei oleh Bloomberg adalah 0%.

Inflasi inti China, yang mengecualikan barang-barang yang mudah berubah seperti makanan dan energi, pulih menjadi 0,5% pada bulan Maret dari minus 0,1% pada bulan sebelumnya. Deflasi pabrik bertahan selama 30 bulan, dengan indeks harga produsen mencatat penurunan yang lebih cepat sebesar 2,5% dibandingkan dengan 2,2% pada bulan Februari.

Reaksi Negara-Negara Asia usai Trump Tunda Tarif Impor 90 Hari

Reaksi Negara-Negara Asia usai Trump Tunda Tarif Impor 90 Hari

()

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah negara-negara di seluruh Asia bereaksi terhadap penangguhan tarif yang lebih tinggi selama 90 hari oleh Presiden AS Donald Trump untuk puluhan mitra dagang. Reaksi dari negara-negara tersebut merupakan campuran kelegaan, kehati-hatian, dan sedikit ejekan.

Melansir Bloomberg pada Senin (10/4/2025), beberapa negara — seperti Vietnam yang menghadapi pungutan sebesar 46%, dan Jepang dengan pajak tambahan sebesar 24% — terus maju dengan upaya untuk memastikan penangguhan tersebut menjadi permanen bagi ekonomi mereka.

Trump Tunda Tarif Impor 90 Hari, Jepang Lanjut Nego dengan AS

Trump Tunda Tarif Impor 90 Hari, Jepang Lanjut Nego dengan AS

()

Bisnis.com, JAKARTA - Jepang terus mendesak Amerika Serikat (AS) agar memikirkan kembali rencana penerapan tarif impor dengan harapan memperoleh penangguhan jangka panjang, meskipun Presiden Donald Trump menundanya untuk 90 hari. 

"Tidak ada perubahan dalam kebijakan Jepang. Kami akan mengejar kepentingan nasional Jepang semaksimal mungkin tanpa panik atau membuat keributan," kata Ryosei Akazawa, yang minggu ini ditunjuk sebagai negosiator utama negara itu mengenai pungutan AS dikutip dari Bloomberg, Kamis (10/4/2025). 

Jeda pemberlakuan tarif resiprokal untuk 90 hari tersebut menghapus pungutan menyeluruh yang lebih tinggi atas barang-barang yang diimpor ke AS dari banyak negara lain untuk saat ini. Namun, AS tetap mempertahankan bea masuk dasar sebesar 10%. Jepang sebelumnya menghadapi tarif impor sebesar 24%. 

Yuan Anjlok ke Level Terendah sejak 2007 usai Trump Ganjar Tarif 125% ke China

Yuan Anjlok ke Level Terendah sejak 2007 usai Trump Ganjar Tarif 125% ke China

()

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar yuan China melemah terhadap hampir seluruh mata uang utama dunia, mencerminkan strategi Beijing yang mulai memainkan nilai tukar sebagai senjata untuk menahan dampak perang dagang yang kian dalam dengan Amerika Serikat (AS).

Melansir Bloomberg, Kamis (10/4/2025), yuan onshore tergelincir ke level terendah sejak 2007 terhadap dolar AS di level 7.3498, sebelum pulih tipis menjelang pertemuan elit kepemimpinan China yang akan membahas paket stimulus ekonomi.

Nilai tukar yuan juga menyentuh posisi terlemah dalam 15 bulan terhadap indeks mata uang mitra dagang lainnya.

Menteri-menteri Asean Berkumpul Bahas Dampak Tarif Trump

Menteri-menteri Asean Berkumpul Bahas Dampak Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) berkumpul pada Kamis (10/4/2025) untuk menanggapi rencana perdagangan Presiden Donald Trump, termasuk keputusannya untuk menghentikan sementara sebagian besar tarif impor ke AS.

“Kami menyambut baik langkah ini sembari mengakui bahwa volatilitas ini menciptakan tantangan yang signifikan bagi perekonomian Asean,” kata Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Zafrul Aziz dalam sebuah unggahan di LinkedIn dikutip dari Bloomberg, Kamis (10/4/2025)

Dia mengatakan persatuan Asean dan integrasi ekonomi regional akan menjadi lebih penting daripada sebelumnya.

IHSG Dibuka Melejit 4%, Saham BMRI, BBRI, GOTO, BREN Tancap Gas

IHSG Dibuka Melejit 4%, Saham BMRI, BBRI, GOTO, BREN Tancap Gas

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) tancap gas pada awal perdagangan hari ini, Kamis (10/4/2025), setelah Presiden AS Donald Trump menunda penerapan tarif impor selama 90 hari. 

Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka di level 6.270,61 pada hari ini. IHSG bermanuver dan menguat 262,09 poin atau melejit 4,39% ke level 6.230,08.

Pada akhir perdagangan Rabu (9/4/2025), IHSG parkir di level 5.967,98. Di level itu, IHSG merosot 15,71% sepanjang tahun berjalan 2025.

Ada Usulan Pembentukan Satgas PHK, Pengusaha Setuju?

Ada Usulan Pembentukan Satgas PHK, Pengusaha Setuju?

()

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menanggapi usulan pembentukan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja atau Satgas PHK.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam menyampaikan, pihaknya menyambut baik usulan tersebut. Kendati begitu, asosiasi menilai bahwa persoalan PHK sendiri masih dapat ditanggulangi oleh instansi yang ada seperti Dinas Tenaga Kerja setempat.

“Kita melihat penanganan PHK bisa ditanggulangi instansi yang sudah ada seperti Dinas Tenaga Kerja,” kata Bob kepada Bisnis, Rabu (9/4/2025).

Beda Arah Pasar Saham dan Obligasi AS Setelah Trump Umumkan Jeda Tarif Impor

Beda Arah Pasar Saham dan Obligasi AS Setelah Trump Umumkan Jeda Tarif Impor

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pasar saham AS bergeliat usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan jeda tarif impor AS selama 30 hari dan menaikkan pungutan impor terhadap China. Namun, pasar obligasi di AS tertekan.

Dilansir Bloomberg, Donald Trump menunda pemberlakukan skema tarif impor timbal balik (reciprocal tariffs) selama 90 hari sebagai tanggapan atas pendekatan dari puluhan negara. Trump juga menaikkan pungutan impor China menjadi 125%.

Setelah pengumuman jeda tarif impor AS itu, pasar saham AS Wall Street kemudian membukukan hari terbaik sejak krisis keuangan global. S&P 500 menguat 9,5% yang menjadi sesi terbaiknya sejak 2008. Kemudian, Nasdaq 100 melonjak 12%. 

Harga Minyak Anjlok Usai Trump Naikkan Tarif Impor China jadi 125%

Harga Minyak Anjlok Usai Trump Naikkan Tarif Impor China jadi 125%

()

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak anjlok sekitar 1% pada Kamis (10/4/2024) yang dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump meningkatkan perang dagang dengan China, bahkan ketika ia mengumumkan jeda 90 hari untuk tarif impor yang ditujukan untuk negara-negara lain.

Diberitakan sebelumnya, Trump mengumumkan keputusan menaikkan tarif balasan untuk China menjadi 12% melalui media sosial Truth Social pada Rabu (9/4/2025) pukul 13.18 waktu AS. Perubahan sikap itu terjadi sekitar 13 jam setelah aturan bea masuk produk impor terhadap 56 negara dan Uni Eropa mulai berlaku. 

Harga Emas Tancap Gas Usai Trump Umumkan Jeda Tarif Impor 90 Hari

Harga Emas Tancap Gas Usai Trump Umumkan Jeda Tarif Impor 90 Hari

()

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas global melonjak setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan jeda tarif impor AS selama 30 hari dan menaikkan pungutan impor terhadap China.

Dilansir Bloomberg, harga emas terus naik, mencatat lonjakan intraday terbesar dalam 5 tahun terakhir. Emas spot naik hingga 3,8% mencapai level US$3.095,13 per ons pada Rabu (9/4/2025).

Emas yang digunakan sebagai investasi safe haven selama masa ketidakpastian politik dan keuangan, telah naik lebih dari US$400 pada 2025 dan mencapai rekor tertinggi US$3.167,57 per ons pada 3 April 2025 didorong permintaan aset lindung nilai yang kuat dan pembelian oleh bank sentral.

OPINI : Dampak Tarif Trump di Sektor Pangan  Pertanian

OPINI : Dampak Tarif Trump di Sektor Pangan Pertanian

()

Bisnis.com, JAKARTA - Kebijakan tarif perdagangan resiprokal yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menimbulkan ketidakpastian ekonomi global tahun 2025.

Salah satu lembaga analis ekonomi global CEIC bahkan memperkirakan peluang resesi ekonomi global yang cukup tinggi, walau berbeda setiap negara.

Peluang terjadinya resesi ekonomi di Meksiko, Jerman dan Kanada berkisar 50%, peluang resesi di Jepang, AS dan Rusia berkisar 30%, peluang resesi di Brasil, China, dan Thailand berkisar 15%, dan peluang resesi di Indonesia dan Malaysia berkisar 5%.

Goldman Sachs Ralat Proyeksi AS Resesi setelah Trump Tunda Tarif Impor 90 Hari

Goldman Sachs Ralat Proyeksi AS Resesi setelah Trump Tunda Tarif Impor 90 Hari

()

Bisnis.com, JAKARTA — Goldman Sachs Group Inc. meralat proyeksi bahwa Amerika Serikat akan mengalami resesi ekonomi sebagai dampak dari pengenaan tarif Trump. Perubahan proyeksi dilakukan karena adanya penundaan tarif impor AS selama 90 hari kepada sebagian besar negara.

Dilansir dari Bloomberg, tim Goldman Sachs yang dipimpin oleh Jan Hatzius menjelaskan bahwa pihaknya mengubah proyeksi ekonomi AS dengan mengalihkannya ke garis dasar resesi. Hal itu merespons kebijakan tarif impor yang mulai berlaku Rabu (9/4/2025) waktu Amerika Serikat (AS) dan penundaan 90 hari oleh Presiden AS Donald Trump.

IHSG Ancang-Ancang Mengekor Rebound Wall Street Imbas Jeda Tarif Trump

IHSG Ancang-Ancang Mengekor Rebound Wall Street Imbas Jeda Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Wall Street rebound pada perdagangan kemarin, Rabu (9/4/2025), setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan jeda tarif selama 90 hari. Sentimen itu diproyeksi menjadi angin segar bagi pasar saham Indonesia pada hari ini, Kamis (10/4/2025). 

Pada Rabu (9/4/2025), indeks Dow Jones Industrial Average melesat 7,87%, S&P 500 meningkat 9,52%, dan Nasdaq Composite melesat 12,16%.

Sementara itu, sektor teknologi juga naik 14,15% dan sektor utilitas defensif naik 3,91%. Di sektor teknologi, saham Nvidia naik 18,7% dan Apple melesat 15,3%.

Trump Umumkan Jeda Tarif Impor 90 Hari, Wall Street Pesta Pora!

Trump Umumkan Jeda Tarif Impor 90 Hari, Wall Street Pesta Pora!

()

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks saham Wall Street mencatatkan kenaikan atau rebound tertinggi sejak krisis 2008 setelah Presiden AS Donald Trump menunda pemberlakukan skema tarif impor timbal balik (reciprocal tariff) selama 90 hari sebagai tanggapan atas pendekatan dari puluhan negara.

Presiden Trump mengumumkan penangguhan tarif selama 90 hari untuk banyak negara mitra dagang AS, tetapi menaikkan pungutan impor China menjadi 125%.

Treasury jangka pendek merosot, membalikkan kenaikan sebelumnya, karena investor mengurangi pertaruhannya terhadap penurunan suku bunga dan dolar AS menguat terhadap mata uang safe haven seperti yen Jepang dan franc Swiss.

Trump Naikkan Tarif Impor China jadi 125%, Tunda Tarif Negara Lain 90 Hari

Trump Naikkan Tarif Impor China jadi 125%, Tunda Tarif Negara Lain 90 Hari

()

Bisnis.com, JAKARTA — Perang dagang semakin memanas setelah Amerika Serikat mengenakan Tarif Trump 125% kepada China, naik dari sebelumnya yang sebesar 104%. Namun, Trump justru menunda pengenaan tarif bagi negara-negara lain selama 90 hari.

Dilansir dari Bloomberg, Presiden Amerika Serikat (AS) mengumumkan keputusannya itu melalui media sosial Truth Social pada Rabu (9/4/2025) pukul 13.18 waktu AS. Perubahan sikap itu terjadi sekitar 13 jam setelah bea masuk tinggi terhadap 56 negara dan Uni Eropa mulai berlaku.

Respons Importir (GINSI) Atas Tarif Trump 32%

Respons Importir (GINSI) Atas Tarif Trump 32%

()

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) menilai rencana kebijakan tarif impor sebesar 32% yang digaungkan oleh presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, berpotensi menimbulkan dampak lanjutan terhadap harga barang dan kegiatan impor nasional. 

Ketua Umum GINSI, Subandi, menyatakan pentingnya kehati-hatian dalam merespons kebijakan tersebut.

GINSI menilai, apabila pemerintah Indonesia memutuskan untuk membalas dengan menaikkan tarif impor atas produk asal Amerika Serikat, maka hal tersebut diperkirakan akan berdampak pada kenaikan harga barang di pasar domestik. 

Emiten Big Caps BMRI, BBRI Cs Jadwalkan Cum Dividen Pekan Ini, Bakal Ungkit IHSG?

Emiten Big Caps BMRI, BBRI Cs Jadwalkan Cum Dividen Pekan Ini, Bakal Ungkit IHSG?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah emiten tercatat menjadwalkan tanggal cum date dividen pekan ini seperti dari bank berkapitalisasi pasar besar BBRI, BMRI, hingga emiten telekomunikasi EXCL. Pembagian dividen ini diperkirakan tidak serta merta akan memberikan tenaga bagi IHSG.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan meskipun dividen memberikan dorongan, tetapi apabila sentimen global dan dalam negeri tidak mendukung, hal ini hanya akan memberikan katalis sesaat.

Wall Street Melonjak Tajam Usai Trump Tunda Tarif Baru Impor Selama 90 Hari

Wall Street Melonjak Tajam Usai Trump Tunda Tarif Baru Impor Selama 90 Hari

()

Bisnis.com, JAKARTA —  Wall Street melonjak tajam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan jeda 90 hari atas tarif timbal balik (reciprocal tariff) yang baru saja diluncurkannya seminggu lalu. Keputusan dramatis tersebut membuat Bursa saham kompak menghijau setelah beberapa waktu terakhir berada dalam tekanan.

Mengutip Reuters, Kamis (10/4/2025) hingga pukul 01.10 WIB,  Indeks S&P 500 (.SPX) terpantau melonjak 346,20 poin atau 6,95% ke level 5.328,97 poin, sedangkan Nasdaq Composite (.IXIC) melejit 1.337,00 poin atau 8,76% ke level 16.604,92. Sementara Dow Jones Industrial Average (.DJI) menguat 2.197,52 poin atau 5,84% ke posisi 39.843,11.

Tok! Donald Trump Tunda Penerapan Tarif Baru Impor Selama 90 Hari

Tok! Donald Trump Tunda Penerapan Tarif Baru Impor Selama 90 Hari

()

Bisnis.com, JAKARTA —  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pada Kamis (10/4/2025) dini hari, bahwa skema tarif timbal balik (reciprocal tariff) yang lebih tinggi dihentikan sementara selama 90 hari sebagai tanggapan atas pendekatan dari puluhan negara.

Meski begitu, bea masuk atas impor dari China akan tetap dinaikkan menjadi 125% karena "kurangnya rasa hormat" dari pemerintah Beijing.

"Berdasarkan fakta bahwa lebih dari 75 Negara telah memanggil Perwakilan Amerika Serikat, termasuk Departemen Perdagangan, Keuangan, dan [Perwakilan Dagang AS], untuk merundingkan solusi atas pokok bahasan yang sedang dibahas terkait Perdagangan, Hambatan Perdagangan, Tarif, Manipulasi Mata Uang, dan Tarif Non Moneter, dan bahwa Negara-negara ini tidak, atas saran saya yang kuat, membalas dengan cara, bentuk, atau cara apa pun terhadap Amerika Serikat, saya telah mengesahkan Penghentian selama 90 hari, dan Tarif Timbal Balik yang diturunkan secara substansial selama periode ini, sebesar 10%, yang juga berlaku segera," tulis Trump di media sosial Truth dikutip dari New York Post, Kamis (10/4/2025).

Asuransi Ciputra Harap RI Renegosiasi dengan AS untuk Redam Dampak Tarif Trump

Asuransi Ciputra Harap RI Renegosiasi dengan AS untuk Redam Dampak Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA— PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menyatakan bahwa gejolak pasar saham dan nilai tukar Rupiah akibat kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tersebut berpotensi melemahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

CEO Ciputra Life, Hengky Djojosantoso, mengungkapkan harapannya agar pemerintah Indonesia segera mengambil langkah-langkah strategis untuk melindungi perekonomian nasional.

“Kami berharap pemerintah RI dapat melakukan renegosiasi dengan pemerintahan Presiden Trump untuk meminimalisasi dampak kebijakan tarif tersebut terhadap ekonomi Indonesia,” kata Hengky kepada Bisnis, pada Rabu (9/4/2025). 

China Ajukan Syarat kepada AS Jika Ingin Negosiasi Soal Tarif Dagang

China Ajukan Syarat kepada AS Jika Ingin Negosiasi Soal Tarif Dagang

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah China meminta agar Amerika Serikat (AS) dapat memperlakukan negara lain secara setara dan hormat bila benar-benar ingin melakukan negosiasi soal tarif dagang.

"Jika AS benar-benar ingin menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi, AS harus menunjukkan kepada orang-orang bahwa mereka siap memperlakukan orang lain dengan kesetaraan, rasa hormat dan saling menguntungkan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dikutip dari Antara, Rabu (9/4/2025).

Hal itu disampaikan Lin Jian setelah Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara China mengumumkan akan memberlakukan tarif baru, yaitu sebesar 84% terhadap barang-barang asal Amerika Serikat mulai Kamis (10/4) pada 12.00 waktu setempat.

Korsel Guyur Insentif Rp33 Triliun untuk Sektor Otomotif yang Terdampak Tarif AS

Korsel Guyur Insentif Rp33 Triliun untuk Sektor Otomotif yang Terdampak Tarif AS

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Korea Selatan resmi meluncurkan paket pendanaan darurat senilai 3 triliun won atau sekitar US$2 miliar untuk menopang industri otomotif yang terdampak kebijakan tarif impor terbaru dari Amerika Serikat (AS).

Jika dikonversi ke rupiah, maka nilai insentif tersebut sekitar Rp33,6 triliun (asumsi kurs Rp16.800 per dolar AS). Langkah ini diambil sebagai bentuk respons terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump berupa tarif baru sebesar 25% atas seluruh impor kendaraan ke AS.

Wall Street Kebakaran Imbas Kebijakan Tarif, Trump: Waktu yang Tepat untuk Beli

Wall Street Kebakaran Imbas Kebijakan Tarif, Trump: Waktu yang Tepat untuk Beli

()

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta kepada seluruh warganya untuk tetap tenang dan terus berinvestasi pada pasar saham saat kebijakan tarif timbal baliknya yang luas mulai resmi diberlakukan pada Rabu, (9/4/2025).

"Ini Waktu yang Tepat untuk Membeli," kata Trump dalam sebuah posting di situs media sosialnya sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Rabu (9/4/2025).

Trump juga mendorong para pengikutnya untuk "Tenang" dan menambahkan prediksinya bahwa "semuanya akan berjalan dengan baik."