Tarif Trump

Untung Rugi TKDN, Lebih Baik Dilonggarkan atau Rombak Total?

Untung Rugi TKDN, Lebih Baik Dilonggarkan atau Rombak Total?

()

Bisnis.com, JAKARTA - Polemik aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) memanas usai Amerika Serikat (AS) menyebutkan kebijakan tersebut sebagai pemicu pengenaan tarif resiprokal impor kepada produk Indonesia. Pemerintah RI pun berencana untuk merelaksasi aturan TKDN sebagai upaya negosiasi. 

Hal ini makin disoroti lantaran Presiden Prabowo Subianto memerintahkan untuk membuat kebijakan TKDN lebih fleksibel dan realistis. Menurut orang nomor satu di RI itu, jika TKDN dipaksakan, justru akan memicu penurunan daya saing industri.

Tarif PPh Impor Produk AS Diwacanakan Turun, Pengusaha Justru Terancam Kenaikan Biaya

Tarif PPh Impor Produk AS Diwacanakan Turun, Pengusaha Justru Terancam Kenaikan Biaya

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah berencana menurunkan tarif PPh impor atas produk asal AS. Kendati demikian, Manajer Riset Center for Indonesia Taxation Analysis Fajry Akbar mewanti-wanti bahwa kebijakan tersebut berpotensi menaikkan harga.

Fajry menjelaskan bahwa Pajak Penghasilan Pasal 22 atas Barang Impor (PPh impor) berperan sebagai kredit pajak. Artinya, PPh impor dibayarkan di muka dan kemudian dikreditkan terhadap kewajiban pajak akhir.

Alurnya, jika tarif PPh impor turun, maka beban pengeluaran di muka berkurang sehingga ruang arus modal lebih longgar.

Dubes AS Siap Fasilitasi Airlangga Cs Nego Tarif Trump

Dubes AS Siap Fasilitasi Airlangga Cs Nego Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah ingin menegosiasikan tarif 32% yang dikenakan Presiden AS Donald Trump atas produk asal Indonesia. Duta Besar AS untuk Indonesia Kamala S. Lakhdhir siap memfasilitasi negosiasi tersebut.

Komitmen Kamala itu disampaikan ketika menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Selasa (8/4/2025).

”Kami telah berkomunikasi dengan Secretary of Commercedan USTR terkait rencana pemerintah Indonesia untuk melakukan negosiasi dan kami siap mengatur rencana pertemuan dengan pihak strategis lainnya jika dibutuhkan,” ungkap Kamala, dikutip dari rilis media Kemenko Perekonomian, Rabu (9/4/2025).

Perang Dagang Berkobar, Ini Daftar Negara yang Pilih Balas Tarif AS

Perang Dagang Berkobar, Ini Daftar Negara yang Pilih Balas Tarif AS

()

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah negara memilih untuk menyerang balik kebijakan tarif impor yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Negara tersebut di antaranya China, Kanada, dan Uni Eropa.

Pekan lalu, Trump mengumumkan kebijakan tarif timbal balik kepada negara-negara yang dianggap merugikan AS. Merujuk pernyataan resmi Trump di situs resmi Gedung Putih AS, alasan pemberlakuan tarif impor bea masuk perdagangan itu adalah kurangnya timbal balik dalam hubungan dagang antara AS dengan negara-negara mitranya.

Reaksi DPR Soal Rencana Prabowo Hapus Kuota Impor

Reaksi DPR Soal Rencana Prabowo Hapus Kuota Impor

()

Bisnis.com, JAKARTA — Politis senior PDI Perjuangan yang juga Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah mendorong pemerintah melakukan reformasi kebijakan perdagangan internasionalnya, menyusul keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk menghapus kuota impor.

Said menyebut kebijakan kuota impor selama ini kerap disalahgunakan seperti yang tampak dalam kasus kuota impor beras 2007, kasus kuota impor daging sapi 2013, kasus kuota impor gula kristal 2015, hingga kasus kuota impor bawang putih 2019. 

Menurutnya, Badan Anggaran DPR sudah meminta pemerintah untuk mengubah kebijakan impor dengan sistem kuota menjadi penerapan impor berbasis tarif sejak 21 Februari 2020.

Pertumbuhan Ekonomi Asia-Pasifik 2025 Direvisi ADB, China Melambat

Pertumbuhan Ekonomi Asia-Pasifik 2025 Direvisi ADB, China Melambat

()

Bisnis.com, JAKARTA — Asian Development Bank (ADB) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia dan Pasifik ke level 4,9%, dari 5% tahun lalu. 

Dalam laporan terbaru Asian Development Outlook (ADO) April 2025 yang dirilis pagi ini, pertumbuhan yang melambat tersebut tetap diiringi dengan permintaan domestik yang solid dan permintaan global yang tinggi terhadap semikonduktor.

“[Hal itu] didukung oleh peningkatan penggunaan kecerdasan buatan yang mendorong pertumbuhan, tetapi tarif dan ketidakpastian perdagangan menjadi kendala,” tulis ADB dalam laporannya, dikutip pada Rabu (9/4/2025).

Bahlil Sebut Kebijakan Tarif Trump Dinamika Biasa: Jangan Dianggap Wah

Bahlil Sebut Kebijakan Tarif Trump Dinamika Biasa: Jangan Dianggap Wah

()

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menilai pengenaan tarif impor timbal balik (reciprocal tariff) sebesar 32% dari Amerika Serikat (AS) kepada RI merupakan dinamika biasa.

Oleh karena itu, dia berpendapat kebijakan yang memicu perang dagang itu bukan sesuatu yang amat besar.

"Jadi betul bahwa ada terjadi perang dagang, tapi ini jangan juga dianggap sesuatu seolah-olah wah banget, biasa saja dinamika," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (9/4/2025).

DPR Siap Panggil Sri Mulyani hingga Gubernur BI Bahas Tarif Trump

DPR Siap Panggil Sri Mulyani hingga Gubernur BI Bahas Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Komisi XI DPR berencana memanggil Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk membahas langkah-langkah antisipasi dari dampak negatif penerapan tarif timbal balik Presiden AS Donald Trump.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Fauzi Amro meyakini kebijakan Trump yang mengenakan tarif bea masuk sebesar 32% untuk produk asal Indonesia akan memiliki efek luas terutama ke neraca perdagangan dan kinerja sektor manufaktur dalam negeri.

Oleh sebab itu, Fauzi menyatakan Komisi XI DPR akan terus mencermati perkembangan terkait isu tersebut termasuk lewat mendengar penjelasan langsung para pemegang kepentingan.

Wacana TKDN Dilonggarkan, Pengusaha Khawatir Investor Elektronik Kabur dari RI

Wacana TKDN Dilonggarkan, Pengusaha Khawatir Investor Elektronik Kabur dari RI

()

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) mewanti-wanti wacana pelonggaran kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dapat memicu kaburnya investasi industri elektronik ke luar negeri. 

Adapun, kebijakan TKDN dibuat dalam rangka untuk meningkatkan investasi produk industri di Indonesia. Nilai TKDN suatu barang dihitung berdasarkan bahan/material langsung, tenaga kerja, dan biaya tidak langsung pabrik. 

Sekjen Gabel Daniel Suhardiman mengatakan, kebijakan TKDN harus diperkuat untuk menjaga daya saing industri dalam negeri. Apalagi, sudah banyak produsen elektronik yang sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi lokal. 

Balas Trump, China Ketok Tarif 84% untuk Produk Asal AS

Balas Trump, China Ketok Tarif 84% untuk Produk Asal AS

()

Bisnis.com, JAKARTA - China membalas kebijakan tarif AS dengan mengenakan tarifnya sendiri sebesar 84% pada barang-barang AS mulai Kamis (10/4/2025) besok.

Langkah tersebut naik dari 34% yang diumumkan sebelumnya dan menandai serangan terbaru dalam perang dagang global yang dipicu oleh Presiden AS Donald Trump.

Melansir Reuters pada Rabu (9/4/2025) tarif Trump pada puluhan negara mulai berlaku pada Rabu, termasuk bea masuk besar-besaran sebesar 104% pada barang-barang China.

Tarif yang memberatkan Trump telah mengguncang tatanan perdagangan global yang telah berlangsung selama beberapa dekade, menimbulkan kekhawatiran akan resesi, dan menghapus triliunan dolar dari nilai pasar perusahaan-perusahaan besar.

Hadapi Tarif Trump, Indef: Ada Risiko Defisit APBN RI Melebar

Hadapi Tarif Trump, Indef: Ada Risiko Defisit APBN RI Melebar

()

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad melihat risiko melebarnya defisit karena penambahan utang untuk membiayai APBN 2025, tetapi tidak akan ‘jebol’ melebihi 3% dari PDB.

Pelebaran tersebut sangat mungkin terjadi karena kondisi penerimaan yang tercanam sebagai konsekuensi dari sejumlah kebijakan untuk menghadapi tarif resiprokal 32% dari Donald Trump.

Misalnya, pemerintah melakukan penyesuaian Pajak Penghasilan (PPh) impor, bea masuk, maupun bea keluar barang-barang tertentu.

RI Siap Diskon PPh Impor  Bea Masuk Produk AS, Penerimaan Pajak Aman?

RI Siap Diskon PPh Impor Bea Masuk Produk AS, Penerimaan Pajak Aman?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Para pakar meyakini rencana pemerintah memberikan diskon tarif PPh impor dan bea masuk untuk produk asal AS tidak akan berdampak negatif ke penerimaan negara.

Manajer Riset Center for Indonesia Taxation Analysis Fajry Akbar menjelaskan selama ini penerimaan dari Pajak Penghasilan Pasal 22 atas Impor Barang (PPh impor) tidak terlalu signifikan. Data Januari 2025, PPh impor berkontribusi Rp6,09 triliun atau setara 6,85% dari total penerimaan pajak yaitu Rp88,89 triliun.

OPINI : Skeptisisme terhadap WTO di Tengah Perdagangan Global

OPINI : Skeptisisme terhadap WTO di Tengah Perdagangan Global

()

Bisnis.com, JAKARTA - Pada Oktober 2024, Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO mengeluarkan outlook yang mengestimasi bahwa volume perdagangan barang dunia pada 2024 akan tumbuh sekitar 2,7%, dengan proyeksi sedikit peningkatan ke level 3,0% pada 2025 (angka ini dikoreksi dari proyeksi sebelumnya 3,3%) terlepas meluasnya konflik di kawasan dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan. Proyeksi ini diperkuat oleh tren barometer perdagangan yang di atas tren (data WTO, 12 Maret 2025).

Namun, WTO mengingatkan meski tren cukup positif, barometer ini perlu disikapi secara berhati-hati karena meningkatkannya ketidakpastian kebijakan perdagangan. Dalam jangka pendek mungkin perdagangan meningkat karena kenaikan impor, tetapi penurunan perdagangan perlu diantisipasi di akhir tahun.

IHSG Ditutup Loyo, Saham BBRI, GOTO hingga PANI ke Zona Merah

IHSG Ditutup Loyo, Saham BBRI, GOTO hingga PANI ke Zona Merah

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,47% ke level 5.967 pada perdagangan Rabu (9/4/2025). Saham BBRI, GOTO, hingga PANI menjadi saham-saham yang melemah sore ini.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.949-6.092. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp10.205 triliun.

Berdasarkan data RTI Infokom, sebanyak 298 saham menguat, 307 saham melemah, dan 188 saham stagnan pada hari ini. Sejumlah 18,6 miliar saham ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp12,08 triliun.

TKDN  Impor Dilonggarkan, Ini Kata Wamenperin soal Nasib Industri Lokal

TKDN Impor Dilonggarkan, Ini Kata Wamenperin soal Nasib Industri Lokal

()

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan perlindungan industri dalam negeri tetap menjadi prioritas pemerintah. Hal ini ditegaskan kala muncul rencana pelonggaran kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan syarat impor pertimbangan teknis (pertek). 

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, rencana tersebut merupakan salah satu upaya dan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto yang ingin turun langsung membenahi industri dalam negeri. 

"Presiden sangat concern dengan perlindungan industri dalam negeri," ujar Faisol kepada Bisnis, Rabu (9/4/2025). 

Harga Tembaga Anjlok Tertekan Perang Dagang dan Ancaman Resesi

Harga Tembaga Anjlok Tertekan Perang Dagang dan Ancaman Resesi

()

Bisnis.com, JAKARTA - Harga komoditas logam industri terpuruk seiring dengan memanasnya tensi perang dagang dan kekhawatiran resesi global. Harga tembaga hingga aluminium terpantau anjlok.

Berdasarkan data Bloomberg, harga tembaga jatuh hingga 2,3% menjadi  US$8.458,50 per ton di London Metal Exchange (LME) pukul 7.58 waktu setempat. Kejatuhan harga ini melanjutkan penurunan yang sempat mencapai 11% sejak pekan lalu. Sedangkan harga aluminium di LME juga terpantau turun 1,4%.

Sementara itu, harga bijih besi turun 3,2% menjadi US$91,70 per ton di Singapura atau level terendahnya sejak September 2024 sebelum akhirnya naik ke level US$93,35 per ton,

Tarif Trump Resmi Berlaku Hari Ini, China Sudah Siapkan Balasan?

Tarif Trump Resmi Berlaku Hari Ini, China Sudah Siapkan Balasan?

()

Bisnis.com, JAKARTA - China belum segera menanggapi tarif timbal balik baru Amerika Serikat, langkah berbeda dibandingkan dengan saat Presiden AS Donald Trump menaikkan bea masuk dan Beijing membalas dalam hitungan menit. 

Melansir Bloomberg pada Rabu (9/4/1025) hampir empat jam setelah tarif timbal balik Trump mulai berlaku pada hari Rabu, China belum mengumumkan tindakan balasan apa pun. Hal itu berbeda dengan Februari dan Maret, ketika China membalas hanya beberapa menit setelah putaran tarif AS sebelumnya dimulai.

Usaha Rayu Trump, Korsel hingga RI Kompak Beli Gas Alam dari AS

Usaha Rayu Trump, Korsel hingga RI Kompak Beli Gas Alam dari AS

()

Bisnis.com, JAKARTA - Negara-negara Asia dari Korea Selatan hingga Indonesia bergegas mendaftar untuk membeli gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dari AS.

Langkah itu diharapkan dapat mengurangi surplus perdagangan dengan Negeri Paman Sam dan mengamankan sedikit keringanan dari tarif "timbal balik" Presiden Donald Trump yang luas.

Melansir Bloomberg pada Rabu (9/4/2025) Presiden Indonesia Prabowo Subianto, berjanji untuk membeli lebih banyak barang dari Amerika. Dia mengatakan, pembelian yang ditingkatkan itu akan mencakup LNG.

Respons Kemendag Usai Prabowo Minta Kuota Impor Dihapus

Respons Kemendag Usai Prabowo Minta Kuota Impor Dihapus

()

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka suara terkait perintah Presiden Prabowo Subianto untuk menghilangkan kuota impor terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag sekaligus Sekretaris Jenderal Kemendag Isy Karim mengatakan penghapusan kuota impor yang menyangkut hajat hidup orang banyak itu harus dilakukan dengan seimbang, baik hulu maupun hilir.

“Nanti dengan kepentingan hulu dan hilir itu yang nanti harus seimbang,” kata Isy saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (9//4/2025).

Perang Dagang Masih Panas, Aset Safe Haven Sudah Hilang Semangat

Perang Dagang Masih Panas, Aset Safe Haven Sudah Hilang Semangat

()

Bisnis.com, JAKARTA - Aset aman atau safe haven langsung diburu oleh pelaku pasar ketika Presiden AS Donald Trump menabuh genderang perang dagang lewat pemberlakuan tarif impor. Namun demikian, harga aset safe haven sudah mulai terkoreksi walaupun kondisi pasar keuangan belum stabil.

Berdasarkan data Bloomberg, yield obligasi US Treasury anjlok ketika Trump mengumumkan tarif timbal balik (reciprocal tariff) sudah diberlakukan. Yield Treasury AS tenor 10 tahun jeblok hingga 10 bps ke level terendahnya sejak Februari 2025.

Pasar Saham Asia Berjuang Pulih Setelah Pengumuman Tarif Impor Baru AS

Pasar Saham Asia Berjuang Pulih Setelah Pengumuman Tarif Impor Baru AS

()

KOMPAS.com - Pasar saham Asia pada Selasa (8/4/2025) berjuang untuk pulih setelah kemerosotan tajam yang terjadi sehari sebelumnya, dipicu oleh pengumuman tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Peringatan Trump tentang kemungkinan tindakan lebih lanjut terhadap China, serta respons keras dari Beijing, semakin memperburuk kekhawatiran bahwa perang dagang antara dua perekonomian terbesar dunia ini dapat memburuk.

Sejak pengumuman tarif besar-besaran oleh Trump, yang juga melibatkan negara mitra dan pesaing, pasar global mengalami tekanan signifikan. Langkah ini menambah ketidakpastian perdagangan internasional, memicu spekulasi tentang potensi resesi global, dan menghapus nilai pasar sejumlah perusahaan hingga triliunan dollar AS.

Respons Tarif Trump, Bahlil Mulai Berhitung Kebutuhan Impor Minyak  LPG dari AS

Respons Tarif Trump, Bahlil Mulai Berhitung Kebutuhan Impor Minyak LPG dari AS

()

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mulai menghitung kebutuhan impor liquefied petroleum gas (LPG) dan minyak dari Amerika Serikat (AS).Hal ini seiring dengan langkah pemerintah untuk meningkatkan impor minyak dan gas bumi (migas) dari Negeri Paman Sam sebagai upaya negosiasi tarif impor timbal balik (reciprocal tariff) sebesar 32% yang diterapkan Presiden AS Donald Trump kepada RI.Pembelian minyak dan LPG pun diharapkan bisa meningkatkan impor dan investasi dari AS ke Indonesia. Dengan begitu, defisit neraca perdagangan AS terhadap Indonesia dapat berkurang sehingga diharapkan kebijakan Trump bisa melunak.Bahlil menjelaskan, impor minyak dan LPG selama ini datang dari Singapura, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Latin. Demi meningkatkan impor dari AS, pembelian LPG dan minyak dari negara-negara tadi pun bakal dikurangi.Hingga saat ini, Bahlil mengatakan, pemerintah masih menghitung berapa banyak impor LPG dan minyak yang bisa diambil dari AS."Dalam exercise, kami lagi menghitung," ucap Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (9/4/2025).Dia pun memastikan pihaknya juga menghitung tingkat keekonomian impor dari AS. Pasalnya, impor dari AS kemungkinan membutuhkan biaya lebih besar.Menurut Bahlil, hal ini terjadi karena biaya transportasi dari AS lebih tinggi dibandingkan Timur Tengah."Harga LPG dari Amerika sama dengan dari Middle East. Jadi, saya pikir semua ada cara untuk kita menghitung dalam bisnis kan yang penting adalah produk yang diterima di negara kita adalah dengan harga yang kompetitif," tutur Bahlil.Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto memastikan untuk memilih pendekatan negosiasi dibanding dengan tindakan pembalasan untuk menghadapi kebijakan tarif baru AS.Oleh karena itu, pemerintah akan meningkatkan impor minyak, LPG, dan liquefied natural gas (LNG) dari Negeri Paman Sam."Dengan pembicaraan dengan menteri ESDM, juga kita arahan presiden kita bisa membeli LPG dan LNG dari AS," kata Airlangga dalam acara Sarasehan Ekonomi 2025 di Jakarta, Selasa (8/3/2025).Namun, Airlangga menggarisbawahi bahwa peningkatan impor LPG dan LNG dari AS, tak berarti menambah volume impor gas RI  secara keseluruhan. Dia menjelaskan, pemerintah hanya melakukan realokasi impor gas tersebut. Artinya, akan ada pengurangan jumlah impor LPG dan LNG dari negara di luar AS."Ini tidak menambah [impor], tapi realokasi pembelian, jadi tak mengganggu APBN," jelas Airlangga.

Tarif Trump Ancam Industri Perikanan, Ekspor ke AS Terlalu Dominan

Tarif Trump Ancam Industri Perikanan, Ekspor ke AS Terlalu Dominan

()

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut, negosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) menjadi satu-satunya cara yang bisa dilakukan Indonesia untuk melindungi sektor perikanan dalam negeri. Mengingat, pangsa pasar ekspor perikanan ke AS cukup besar, mencapai 31,97% dari total ekspor perikanan Indonesia di 2024.

Trenggono menyampaikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengusulkan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk menempuh jalur diplomasi dalam menghadapi kebijakan tarif timbal balik Presiden AS Donald Trump.

ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Asia Jadi 4,9% pada 2025

ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Asia Jadi 4,9% pada 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — Asian Development Bank (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia menjadi 4,9% pada 2025 di tengah ketidakpastian global dan kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dalam laporan prospek tahunannya yang dirilis pada Rabu (9/4/2025), ADB menyatakan bahwa angka tersebut dihitung sebelum pengumuman tarif baru oleh Trump pada 2 April lalu. ADB menyebut kebijakan tarif tersebut akan memangkas pertumbuhan kawasan hingga sepertiga poin persentase pada 2025 dan satu poin persentase penuh pada 2026.

Pemerintahan Prabowo Tarik Utang Baru Rp270,4 Triliun per Maret 2025

Pemerintahan Prabowo Tarik Utang Baru Rp270,4 Triliun per Maret 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintahan Prabowo Subianto telah menarik utang baru sepanjang tahun ini hingga akhir Maret 2025 senilai Rp270,4 triliun. 

Angka tersebut jauh lebih tinggi dari realisasi akhir Maret 2024 yang hanya senilai Rp105,6 triliun atau meningkat Rp164,8 triliun. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan penarikan utang yang dilakukan cukup besar pada awal tahun atau frontloading tersebut—termasuk prefunding—menjadi langkah antisipasi efek kebijakan Presiden AS Donald Trump. 

Memang menjadi kenaikan karena kita melakukan frontloading mengantisipasi bahwa Pak Trump akan membuat banyak disruption," ujarnya dalam Sarasehan Ekonomi beraama Presiden RI, Selasa (8/4/2025). 

Prabowo Ancang-ancang Longgarkan TKDN, Angin Segar Industri atau Bumerang?

Prabowo Ancang-ancang Longgarkan TKDN, Angin Segar Industri atau Bumerang?

()

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto berencana melonggarkan aturan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN industri di tengah tekanan perang dagang global. Ketentuan TKDN yang lebih fleksibel dan realistis diyakini dapat meningkatkan daya saing industri nasional.

TKDN merupakan kebijakan yang dirancang untuk mendorong penggunaan produk lokal dalam berbagai sektor industri di Indonesia. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan industri dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Namun, tak jarang kebijakan TKDN justru dinilai menghambat investasi. Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu negara yang vokal menyuarakan kritiknya terhadap kebijakan ini.

Diancam Tarif 104% oleh Trump, China Sebut Punya Segudang Kebijakan Antisipatif

Diancam Tarif 104% oleh Trump, China Sebut Punya Segudang Kebijakan Antisipatif

()

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri China Li Qiang mengatakan negaranya memiliki banyak perangkat kebijakan untuk "sepenuhnya mengimbangi" guncangan eksternal yang negatif, terutama dari kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dia juga menegaskan kembali optimismenya tentang pertumbuhan ekonomi China pada 2025 ditengah ancaman tarif terbaru dari Trump yang dapat mencapai sebesar 104%.

Melansir Bloomberg pada Rabu (9/4/2025), dalam panggilan telepon dengan Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen pada Selasa waktu setempat, Li mengatakan kebijakan ekonomi makro China tahun ini telah sepenuhnya memperhitungkan berbagai ketidakpastian. 

Rupiah Dibuka Jeblok, Dekati Level Rp17.000 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Jeblok, Dekati Level Rp17.000 per Dolar AS

()

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (9/4/2025) mendekati level Rp17.000 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 0,39% atau 66 poin ke level Rp16.957 pada pukul 09.10 WIB. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau turun 0,55% ke level 102,39.

Sama seperti rupiah, sejumlah mata uang Asia mengalami pelemahan. Yuan China misalnya melemah 0,13%, rupee India melemah 0,49%, dolar Taiwan melemah 0,14%, peso Filipina melemah 0,23%, dan ringgit Malaysia melemah 0,05%.

Strategi ’Pak Pok’ Prabowo dan Komunike Asean Melawan Tarif Trump

Strategi ’Pak Pok’ Prabowo dan Komunike Asean Melawan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan memilih pendekatan negosiasi dibanding dengan tindakan pembalasan untuk menghadapi kebijakan tarif terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dalam menghadapi tarif Trump tersebut, Prabowo mengungkapkan akan menggunakan strategi ’Pak Pok’, yang dapat diartikan strategi adil.

”Kita bisa bikin pak pok, pak pok ada istilah bisnis bisa ya? Saya sudah tugaskan Menko Perekonomian dan Pak Luhut untuk bernegosiasi. Kita bisa bikin pak pok. Saya tawarin mereka pak pok, US$17 miliar surplus kita, US$17 miliar kita beli dari Amerika," ucap Prabowo dalam acara Sarasehan Ekonomi, Selasa (8/4/2025).

Warga AS Ramai-Ramai Timbun Barang Jelang Penerapan Tarif Trump

Warga AS Ramai-Ramai Timbun Barang Jelang Penerapan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA – Kekhawatiran akan lonjakan harga akibat kebijakan tarif terbaru Presiden Donald Trump mendorong sejumlah konsumen di Amerika Serikat (AS) untuk menimbun barang kebutuhan pokok dan barang tahan lama.

Melansir Reuters, Rabu (9/4/2025), Thomas Jennings, warga New Jersey, tampak sibuk mendorong kereta belanja di salah satu Walmart Supercenter. Ia membeli berbagai produk dua kali lipat lebih banyak dari biasanya, mulai dari jus, bumbu, hingga tepung dan makanan kaleng.

“Saya berusaha menyetok sebanyak mungkin sebelum tarif baru mulai berlaku Rabu ini,” ujarnya. Sebelumnya, ia juga membeli gula, tepung, dan air dalam jumlah besar di Costco.