Tarif Trump

Prabowo Sampaikan Sikap RI Hadapi Tarif Trump Hari Ini, Simak Kisi-kisinya

Prabowo Sampaikan Sikap RI Hadapi Tarif Trump Hari Ini, Simak Kisi-kisinya

()

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan dengan jajaran investor, ekonom, hingga pelaku usaha lintas sektor hari ini, Selasa (8/4/2025).

Agenda pertemuan antara lain membedah dinamika ekonomi terkini, termasuk arah kebijakan pemerintah terhadap tarif impor yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Forum akan digelar di Menara Bank Mandiri, Jakarta.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Presiden Prabowo sendiri yang akan menyampaikan sikap resmi pemerintah terkait kebijakan tarif impor yang diberlakukan Presiden Trump salah satunya ke Indonesia sebesar 32%. 

Perang Dagang Imbas Tarif Trump Makin Panas, Minyak Anjlok ke Level Terendah sejak 2021

Perang Dagang Imbas Tarif Trump Makin Panas, Minyak Anjlok ke Level Terendah sejak 2021

()

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah anjlok lebih dari 2% pada perdagangan Senin (7/4/2025) level terendah dalam hampir empat tahun karena kekhawatiran bahwa tarif impor dari Presiden AS Donald Trump bisa memicu resesi global dan memangkas permintaan energi dunia.

Melansir Reuters, Selasa (8/4), minyak mentah Brent ditutup turun US$1,37 atau 2,1% ke posisi US$64,21 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkoreksi US$1,29 atau 2,1% ke US$60,70 per barel.

Prospek Emiten CPO Usai Donald Trump Kenakan Tarif 32% ke Indonesia

Prospek Emiten CPO Usai Donald Trump Kenakan Tarif 32% ke Indonesia

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah AS di bawah komando Presiden Donald Trump mengenakan tarif resiprokal untuk Indonesia sebesar 32%. Analis mengatakan dampak dari pengenaan tarif ini tergolong minim ke emiten sektor crude palm oil (CPO).

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan dampak dari pengenaan tarif resiprokal sebesar 32% ini bersifat sementara. Menurutnya, dengan penerapan tarif Trump ini, pemerintah bisa memaksimalkan potensi konsumsi domestik CPO tersebut, sekaligus memaksimalkan diplomasi ekonomi.

Harap-Harap Cemas IHSG, Alarm Trading Halt di Selasa Kelabu?

Harap-Harap Cemas IHSG, Alarm Trading Halt di Selasa Kelabu?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan akan tertekan oleh sejumlah sentimen negatif pada perdagangan usai libur Lebaran, Selasa (8/4/2025). Salah satu sentimen negatif yang menyertai adalah kebijakan tarif impor AS yang telah diresmikan Presiden Donald Trump.

Equity Research Analyst Panin Sekuritas Felix Darmawan menilai tekanan ke IHSG akan terjadi pada esok hari seiring dengan dibukanya kembali perdagangan saham pasca libur Lebaran. 

"Tekanan karena tarif Trump sangat besar dan juga jadi penyebab anjloknya bursa saham di global beberapa hari kemarin," ujar Felix, Senin (7/4/2025).

Trump Pertegas Sikap soal Tarif Impor AS, Indeks Dow Jones dan SP 500 Tergelincir

Trump Pertegas Sikap soal Tarif Impor AS, Indeks Dow Jones dan SP 500 Tergelincir

()

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Senin (7/4/2025) setelah Presiden AS Donald Trump mempertegas posisinya dengan bersikeras melanjutkan kebijakan tarif terhadap China, bahkan membuka kemungkinan kenaikan lebih lanjut.

Melansir Reuters, Selasa (8/4/2025), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 349,26 poin atau 0,91% ke 37.965,60. S&P 500 turun 0,23% ke 5.062,25, sementara Nasdaq justru naik tipis 0,10% ke 15.603,26.

Aksi jual mengguncang pasar sejak Trump mengumumkan tarif besar-besaran atas seluruh impor ke AS, termasuk beban lebih tinggi terhadap sejumlah mitra dagang utama.

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 8 April 2025

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 8 April 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko terkoreksi menuju level 5.879-5.975 pada perdagangan perdana hari ini, Selasa (8/4/2025), usai liburan panjang Lebaran Idulfitri 1446 H. Sejumlah saham bisa dicermati investor hari ini.

Tim analis MNC Sekuritas mengatakan IHSG ditutup menguat 0,59% ke level 6.647 pada akhir perdagangan Kamis (27/3/2025), yang masih disertai oleh volume pembelian, penguatannya pun masih mampu berada di atas MA20. Pada skenario terbaiknya (merah), posisi IHSG saat ini sedang berada di awal wave B dari wave (Y), sehingga IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji area resistance 6.557-6.938.

Daftar Iming-Iming Prabowo pada Trump agar AS Turunkan Tarif Impor

Daftar Iming-Iming Prabowo pada Trump agar AS Turunkan Tarif Impor

()

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto rencananya akan menyampaikan sikap resmi mensikapi pengenaan tarif baru impor oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari ini, Selasa (8/4/2025).

Hal itu disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kantor Kemenko, Senin (7/4/2025). Namun, di Majalengka di sela-sela panen raya, Prabowo sempat menyinggung sikap Indonesia terhadap kebijakan tarif Trump.

Prabowo mengaku tetap optimistis dengan kebijakan tarif impor itu. Menurutnya, pemerintah akan melakukan perundingan untuk memberikan keringanan tarif impor Amerika. “Kita tenang. Kita punya kekuatan dan kita akan berunding," ujarnya.

Investor Beralih ke Dolar saat Perang Dagang Makin Panas, Harga Emas Tergelincir

Investor Beralih ke Dolar saat Perang Dagang Makin Panas, Harga Emas Tergelincir

()

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas anjlok pada perdagangan Senin (7/4/2025) karena investor berbondong-bondong memilih dolar AS sebagai aset safe haven setelah kebijakan tarif besar-besaran dari Amerika Serikat memicu kekhawatiran akan resesi global.

Meski demikian, analis tetap percaya diri terhadap prospek emas di tengah tekanan ekonomi yang kian berat.

Melansir Reuters, Selasa (8/4/2025), harga emas di pasar spot terpantau melemah 1,81% ke level US$2.982,49 per troy ounce, setelah sempat menyentuh titik terendah dalam empat pekan terakhir di US$2.955,89. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup turun 2% ke US$2.973,60.

Perang Dagang Makin Panas, Trump Ancam Tambahan Tarif 50% ke China

Perang Dagang Makin Panas, Trump Ancam Tambahan Tarif 50% ke China

()

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 50% terhadap China, kecuali Beijing menarik tarif balasan sebesar 34% terhadap barang-barang AS.

Trump menuduh China melakukan tindakan balasan terhadap AS dengan mengenakan tarif tambahan sebesar 34%, yang dia gambarkan sebagai tarif yang telah memecahkan rekor, tarif non-moneter, subsidi ilegal terhadap perusahaan, dan manipulasi mata uang jangka panjang yang masif.

"Jika China tidak menarik kenaikan tarif sebesar 34% di atas pelanggaran perdagangan jangka panjang mereka paling lambat besok, 8 April 2025, Amerika Serikat akan mengenakan tarif tambahan sebesar 50% terhadap China, yang akan berlaku mulai 9 April," tulis Trump di Truth Social, Senin (7/4/2025).

Beredar Kabar Tarif Trump Ditunda 90 Hari, Ini Kata White House

Beredar Kabar Tarif Trump Ditunda 90 Hari, Ini Kata White House

()

Bisnis.com, JAKARTA — Di tengah riuh rendah respons berbagai negara yang bakal terdampak tarif resiprokal Donald Trump, muncul kabar bahwa Presiden AS itu tengah mempertimbangkan untuk menunda penerapan aturan itu selama 90 hari. Gedung Putih segera merespons perkembangan tersebut dengan mengatakan bahwa berita itu tidaklah benar.

" [Itu] Berita palsu," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, dikutip dari CNBC, Senin (7/4/2025).

Menurut kabar yang beredar, berita tersebut mengutip Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS.

Beredar Tarif Trump Ditunda 90 Hari, Ini Kata White House

Beredar Tarif Trump Ditunda 90 Hari, Ini Kata White House

()

Bisnis.com, JAKARTA — Di tengah riuh rendah respons berbagai negara yang bakal terdampak tarif resiprokal Donald Trump, muncul kabar bahwa Presiden AS itu tengah mempertimbangkan untuk menunda penerapan aturan itu selama 90 hari. Gedung Putih segera merespons perkembangan tersebut dengan mengatakan bahwa berita itu tidaklah benar.

" [Itu] Berita palsu," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, dikutip dari CNBC, Senin (7/4/2025).

Menurut kabar yang beredar, berita tersebut mengutip Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS.

Morgan Stanley Downgrade Sektor Perbankan AS saat Risiko Resesi Meningkat

Morgan Stanley Downgrade Sektor Perbankan AS saat Risiko Resesi Meningkat

()

Bisnis.com, JAKARTA - Analis Morgan Stanley memangkas pandangan terhadap bank besar dan menengah Amerika Serikat (AS) di tengah prediksi tarif Presiden Donald Trump meningkatkan risiko resesi dan semakin melemahkan aktivitas pasar modal.

Dilansir Bloomberg pada Senin (7/4/2025), analis Morgan Stanley memangkas pandangan terhadap sektor perbankan AS dari atraktif ke in-line, berdasarkan catatan bertanggal 7 April 2025.

Analis Morgan Stanley juga memangkas pandangan sektor mereka terhadap industri penasihat keuangan dan saham keuangan konsumen.

Sri Mulyani, Airlangga dkk Rapat Bersama Prabowo, Ini yang Dibahas

Sri Mulyani, Airlangga dkk Rapat Bersama Prabowo, Ini yang Dibahas

()

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beserta sejumlah menteri bidang ekonomi lain melakukan rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Senin (7/4/2025). Hal tersebut dibagikan Sri Mulyani pada unggahannya di akun Instagram pribadinya @smindrawati.

"Senin siang-sore ini rapat di lstana Merdeka bersama Presiden @prabowo membahas perkembangan terkini dan strategi perkuatan ekonomi Indonesia sebagai usaha bersama menjaga masyarakat dan memperkuat resiliensi Indonesia dari gejolak dan persaingan global," kata Sri Mulyani pada caption unggahan tersebut.

RI Bakal Impor Kapas Cs, Ekonom: Bisa Kurangi Gap Defisit AS

RI Bakal Impor Kapas Cs, Ekonom: Bisa Kurangi Gap Defisit AS

()

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menuturkan langkah pemerintah dengan mengimpor minyak dan gas (migas), kapas, hingga gandum dari Amerika Serikat (AS) merupakan langkah yang tepat untuk mengurangi jarak (gap) defisit neraca perdagangan dengan Negeri Paman Sam.

Seperti diketahui, langkah yang diambil pemerintah ini untuk menegosiasikan kebijakan tarif timbal balik atau resiprokal 32% yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump untuk Indonesia.

“Ini langkah yang tepat, apalagi kita memang butuh kapas, migas, dan gandum,” kata Samirin kepada Bisnis, Senin (7/4/2025).

Jelang IHSG Dibuka, Analis dan BEI Minta Investor Jangan Panik

Jelang IHSG Dibuka, Analis dan BEI Minta Investor Jangan Panik

()

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, sejumlah grup investor disebut mulai khawatir terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia baru akan kembali dimulai pada besok, Selasa (8/4/2025), usai libur panjang Hari Raya Idulfitri. Berdasarkan data terakhir, IHSG saat ini bertengger di level 6.510,62 atau melemah 8,04% year to date (YtD). 

Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. (RELI), Reza Priyambada, mengatakan bahwa ada sejumlah pihak yang memprediksi IHSG berpotensi terkena auto reject bawah hingga terjadi penghentian sementara perdagangan alias trading halt.

API Duga Marak Produk Ilegal jadi Pemicu RI Kena Tarif Resiprokal AS

API Duga Marak Produk Ilegal jadi Pemicu RI Kena Tarif Resiprokal AS

()

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menilai pengenaan tarif impor resiprokal Amerika Serikat (AS) ke Indonesia sebesar 32% juga dipicu oleh polemik barang ilegal di pasar Indonesia. Hal ini juga menyangkut pelanggaran intellectual property (IP) atau proteksi terhadap hak paten dan brand tertentu. 

Ketua Umum API Jemmy Kartiwa mengatakan, pihak AS juga komplain dan menggarisbawahi masalah banjir produk ilegal tersebut. Untuk itu, pelaku usaha tekstil meminta pemerintah segera memberantas produk-produk yang tak sesuai ketentuan. 

Pengusaha Konveksi Ketar-ketir, 25% Ekspor Pakaian Jadi ke AS Terancam

Pengusaha Konveksi Ketar-ketir, 25% Ekspor Pakaian Jadi ke AS Terancam

()

Bisnis.com, JAKARTA — Industri kecil dan menengah (IKM) sektor pakaian jadi juga turut terancam kebijakan tarif impor tinggi Amerika Serikat (AS) yang diberlakukan atas produk asal Indonesia sebesar 32%. 

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB) Nandi Herdiaman mengatakan, sebanyak 25% pelaku usaha sudah melakukan ekspor ke AS dalam beberapa waktu terakhir. 

“Bisa terjadi dua-duanya [ekspor turun atau tidak lagi ekspor] mengingat selain biaya produksi membengkak dengan adanya pajak naik ditambah tarif masuk Amerika 32% berat bagi pelaku usaha,” kata Nandi kepada Bisnis, Senin (7/4/2025). 

Sentimen Tarif Trump, Aliran Dana Asing Kabur dari RI Kian Deras?

Sentimen Tarif Trump, Aliran Dana Asing Kabur dari RI Kian Deras?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pasar saham Indonesia diproyeksikan akan mendapatkan tekanan dari kebijakan tarif impor AS. Dana asing pun diramal akan berlanjut lari dari pasar saham Indonesia pada kuartal II/2025.

Pasar saham Indonesia mencatatkan capital outflow atau larinya dana asing dengan deras sepanjang kuartal I/2025. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai jual bersih atau net sell asing di pasar saham Indonesia mencapai sebesar Rp29,92 triliun sepanjang kuartal I/2025.

Terdapat sejumlah saham yang banyak dijual oleh asing, terutama bank jumbo atau kelompok bank dengan modal inti (KBMI) IV. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) misalnya mencatatkan net sell asing sebesar Rp10,4 triliun sepanjang kuartal I/2025.

Masukan Pengamat soal Stimulus Perbankan di Tengah Perang Dagang  Pelemahan Rupiah

Masukan Pengamat soal Stimulus Perbankan di Tengah Perang Dagang Pelemahan Rupiah

()

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah dinilai perlu memberikan stimulus pada sektor perbankan di tengah gejolak kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran Arianto Muditomo menyebut pemerintah sebaiknya mempertimbangkan pemberian stimulus yang bersifat selektif dan strategis untuk menjaga stabilitas sektor perbankan, yang merupakan tulang punggung sistem keuangan nasional. 

"Stimulus yang tepat bukan dalam bentuk bailout langsung, melainkan melalui dukungan likuiditas, insentif fiskal, dan stabilisasi makroekonomi," kata Arianto saat dihubungi, Senin (7/4/2025).

Efek Tarif Trump, Pengusaha Perikanan Teriak Banyak Buyer Batalkan Kontrak

Efek Tarif Trump, Pengusaha Perikanan Teriak Banyak Buyer Batalkan Kontrak

()

Bisnis.com, JAKARTA – Kebijakan tarif timbal balik yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sudah mulai terasa di sektor perikanan Tanah Air.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Budhi Wibowo menyampaikan, beberapa buyer sudah membatalkan kontraknya imbas kebijakan tarif Trump.

“Bisa saya informasikan di sini beberapa buyer juga sudah meng-cancel kontraknya, karena tarif yang seperti itu,” kata Budhi kepada Bisnis, Senin (7/4/2025).

Budhi juga mengungkap, sejumlah buyer meminta untuk menunda proses pengapalan meski telah menandatangani kontrak. 

Mengintip Impor Migas dari AS di Tengah Wacana Opsi Negosiasi Tarif Trump

Mengintip Impor Migas dari AS di Tengah Wacana Opsi Negosiasi Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mempertimbangkan untuk meningkatkan impor minyak dan gas bumi (migas) dari Amerika Serikat (AS). Opsi tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melunakkan kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait penerapan tarif impor timbal balik atau tarif resiprokal sebesar 32%.

Adapun, langkah tersebut diketahui dari pembahasan rapat Menteri Koordinator Ekonomi Airlangga Hartarto dengan para pelaku usaha, Senin (7/4/2025). Bisnis menyimak paparan tersebut melalui Zoom Meeting.Dalam bahan paparannya, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah siap bernegosiasi dalam melihat AS sebagai mitra strategis. Sejumlah kebijakan dalam paket negosiasi itu seperti meningkatkan impor dan investasi dari AS, termasuk pembelian migas oleh PT Pertamina (Persero)."Meningkatkan impor dan investasi dari AS [pembelian migas oleh Pertamina dan lain-lain]," demikian tertulis dalam bahan paparan Airlangga.Menurutnya, jalur diplomasi dan negosiasi dipilih sebagai solusi yang saling menguntungkan, tanpa mengambil langkah retaliasi terhadap kebijakan tarif. Salah satunya melalui revitalisasi perjanjian kerja sama Trade and Investment Framework Agreement (TIFA). Lantas, berapa realisasi impor migas dari AS selama ini?Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor migas dari AS cukup berfluktuasi. Perinciannya, impor migas dari AS mencapai US$2,29 miliar atau setara Rp38,83 triliun (asumsi kurs Rp16.897 per US$) pada 2022.Nilai impor migas itu kemudian turun pada 2023 menjadi US$2,05 miliar atau sekitar Rp34,73 triliun. Namun, nilai impor migas AS kembali naik tipis menjadi US$2,09 miliar atau Rp35,4 triliun.Adapun, nilai impor migas dari AS per Januari 2025 mencapai US$869 juta atau setara Rp14,81 triliun.Presiden AS Donald Trump resmi mengumumkan pengenaan bea masuk yang diatur dalam tarif timbal balik alias resiprokal. Orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu menetapkan pengenaan tarif resiprokal Indonesia sebesar 32%. Kebijakan Trump kepada RI itu diumumkan di Gedung Putih, Washington DC pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat.Sebagaimana dilansir dari laman resmi Gedung Putih, Trump menyoroti penerapan kebijakan persyaratan konten lokal di berbagai sektor. Trump merasa keberatan dengan kebijakan pemerintahan Indonesia yang berupaya meningkatkan penggunaan produk lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap barang impor.“Ini adalah deklarasi kemerdekaan kita,” kata Trump di Rose Garden, Gedung Putih dilansir dari Reuters.

Indonesia Kena Tarif Trump 32%, Bagaimana Dampaknya ke Emiten CPO?

Indonesia Kena Tarif Trump 32%, Bagaimana Dampaknya ke Emiten CPO?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah AS mengenakan tarif resiprokal untuk Indonesia sebesar 32%. Analis mengatakan dampak dari pengenaan tarif ini tergolong minim ke emiten sektor crude palm oil (CPO). 

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan dampak dari pengenaan tarif resiprokal sebesar 32% ini bersifat sementara. Menurutnya, dengan penerapan tarif Trump ini, pemerintah bisa memaksimalkan potensi konsumsi domestik CPO, sekaligus memaksimalkan diplomasi ekonomi. 

"Indonesia juga bisa meningkatkan penetrasi pasar untuk produk CPO agar bisa diterima di negara-negara utama BRICS, seperti India dan China misalnya," ujar Nafan, Senin (7/4/2025). 

Nego Tarif Trump, RI Pertimbangkan Relaksasi TKDN

Nego Tarif Trump, RI Pertimbangkan Relaksasi TKDN

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah disebut tengah mengkaji sejumlah usulan sebagai penawar untuk menghadapi pengenaan tarif impor resiprokal Amerika Serikat (AS) sebesar 32% terhadap barang asal Indonesia. Adapun, salah satu yang akan dinegosiasikan yaitu relaksasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN). 

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, usulan relaksasi TKDN khususnya atas permintaan produk information and communication technologies (ICT). 

“[Relaksasi TKDN] iya masih dalam kajian, jadi sebelum itu resmi disampaikan pada pihak AS tentu belum bisa diumumkan,” kata Faisol kepada wartawan di Kantor Kementerian Perekonomian, Senin (7/4/2025). 

RI Kebut Perundingan IEU-CEPA, Siasat Hadapi Tarif Trump?

RI Kebut Perundingan IEU-CEPA, Siasat Hadapi Tarif Trump?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mempercepat perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia dan Uni Eropa atau Indonesia—European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) pada Juni 2025.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan perundingan IEU-CEPA akan diusahakan untuk segera rampung pada semester I/2025 mendatang.

“IEU-CEPA dipercepat. Tadi kan disepakati juga agar segera diselesaikan,” kata Budi saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (7/4/2025).

Budi menuturkan langkah percepatan ini seiring dengan upaya pemerintah guna memiliki diversifikasi pasar baru untuk menggenjot peluang ekspor Indonesia.

Perang Tarif Berkobar, Pengamat Ungkap Dampak ke Bisnis Perbankan

Perang Tarif Berkobar, Pengamat Ungkap Dampak ke Bisnis Perbankan

()

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor perbankan akan merasakan dampak negatif dari kombinasi sentimen kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran, Arianto Muditomo menyebut, dampak kebijakan tarif Trump dan pelemahan rupiah terhadap bisnis perbankan di Indonesia dapat terlihat dari meningkatnya volatilitas nilai tukar serta tekanan terhadap stabilitas makroekonomi.

Dia menjelaskan, kebijakan tarif Trump yang bersifat proteksionis memicu ketegangan dagang global, terutama antara AS dan China. Hal tersebut menyebabkan arus modal asing keluar dari pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Kepri Terancam Dampak Tarif AS, Kadin Khawatir Puluhan Ribu Pekerja Kehilangan Pekerjaan

Kepri Terancam Dampak Tarif AS, Kadin Khawatir Puluhan Ribu Pekerja Kehilangan Pekerjaan

()

JAKARTA, KOMPAS.com –  Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyuarakan kekhawatiran serius atas dampak kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) terhadap industri di Kepulauan Riau (Kepri), khususnya sektor manufaktur Solar PV.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Industri dan Proyek Strategis Nasional, Akhmad Ma’ruf, menyatakan, Kepri yang menyumbang 25 persen ekspor langsung ke AS berisiko mengalami kerugian besar jika pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret.

Menurutnya, dari 26 perusahaan manufaktur Solar PV yang beroperasi di Kepri, ekspor ke AS mencapai 350 juta dolar AS per bulan dan menyerap 10.000 tenaga kerja langsung serta 30.000 tenaga kerja tidak langsung.

Ekspor CPO RI Bisa Terimbas Tarif Trump, Ekonom Desak Kemendag Rampungkan IEU-CEPA

Ekspor CPO RI Bisa Terimbas Tarif Trump, Ekonom Desak Kemendag Rampungkan IEU-CEPA

()

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom mendesak agar pemerintah segera merampungkan perundingan perdagangan Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) imbas dari adanya kebijakan tarif impor resiprokal sebesar 32% yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump.

Pasalnya, komoditas ekspor unggulan Indonesia ke AS, seperti minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya dapat terdampak. 

Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menuturkan bahwa AS merupakan negara tujuan ekspor CPO kelima terpenting, meski dari sisi nilai bukanlah yang terbesar. 

50 Negara Rayu AS soal Kebijakan Tarif, Bakal Dikabulkan Trump?

50 Negara Rayu AS soal Kebijakan Tarif, Bakal Dikabulkan Trump?

()

Bisnis.com, JAKARTA – Lebih dari 50 negara dilaporkan telah mencoba melakukan lobi hingga negosiasi dengan Amerika Serikat terkait dengan kebijakan tarif timbal balik atau resiprokal yang telah diputuskan oleh Presiden Donald Trump.

Melansir Al-Jazeera, Senin (7/4/2025) usai keputusan penetapan tarif timbal balik tersebut, harga saham AS dilaporkan telah turun hingga US$6 triliun. Alhasil, hingga saat ini kebijakan tersebut masih memicu kekhawatiran akan potensi kemerosotan ekonomi. 

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengungkapkan bahwa lebih dari 50 negara telah memulai negosiasi dengan AS sejak tarif Trump diumumkan pada hari Rabu, tetapi tidak mengungkapkan negara-negara yang terlibat.

Menko Ekonomi, Menkeu, dan Menlu Bakal Terbang ke AS, Nego Tarif Trump

Menko Ekonomi, Menkeu, dan Menlu Bakal Terbang ke AS, Nego Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Tiga menteri Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan terbang ke Amerika Serikat untuk menegosiasikan kebijakan tarif timbal balik yang diterapkan Presiden AS Donald Trump.

Tiga menteri tersebut yaitu Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

"Timnya ini kan total football ya. Jadi, semuanya, tapi lead-nya [pemimpinnya] kan Pak Menko dan juga terutama Menlu. Jadi Menlu, Menko, dan juga Menteri Keuangan," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2025).

Gapki Waswas Potensi Ekspor CPO RI ke AS Diambil Alih Malaysia  Amerika Latin

Gapki Waswas Potensi Ekspor CPO RI ke AS Diambil Alih Malaysia Amerika Latin

()

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mewanti-wanti potensi ekspor sawit atau crude palm oil (CPO) Indonesia ke Amerika Serikat diambil alih oleh negara lain seperti Malaysia dan Amerika Latin. 

Kekhawatiran tersebut dipicu tingginya tarif impor resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat (AS) ke Indonesia sebesar 32%, sementara tarif yang dikenakan untuk komoditas asal Malaysia 24%. 

Ketua Umum Gapki Eddy Martono mengatakan, Indonesia saat ini menguasai pangsa pasar ekspor CPO ke AS sebesar 89%. Kebijakan tarif tinggi ke AS dapat memengaruhi kinerja ekspor CPO secara signifikan.