Tarif Trump

Saham Global Anjlok Imbas Tarif Trump, China: Pasar Telah Berbicara

Saham Global Anjlok Imbas Tarif Trump, China: Pasar Telah Berbicara

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah China mengungkapkan pasar saham global anjlok akibat dari kebijakan tarif resiprokal yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.

Dilansir Channel News Asia dikutip Senin (7/5/2025), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyampaikan bahwa pasar telah merespons kebijakan Trump tersebut.

"Pasar telah berbicara," ujar Guo Jiakun.

Guo juga menuturkan bahwa respons pasar tersebut itu berkaitan dengan tindakan balasan China dan pernyataan Trump yang menyatakan tidak akan mengubah kebijakan tarif tersebut.

Para Pemimpin Negara yang Sigap Respons Tarif Trump, Bagaimana Indonesia?

Para Pemimpin Negara yang Sigap Respons Tarif Trump, Bagaimana Indonesia?

()

Para Pemimpin Negara yang Sigap Respons Tarif Trump, Bagaimana Indonesia?

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah negara dari China hingga Uni Eropa telah merespons kebijakan tarif impor yang ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pekan lalu, Kementerian Keuangan China menyatakan akan mengenakan tarif balasan untuk semua produk AS mulai 10 April 2025. Dilansir Reuters pada Jumat (4/4/2025), Negeri Panda ini berencana mengenakan tarif tambahan sebesar 34% untuk semua produk asal AS.

Rupiah Dekati Level Rp17.000 per Dolar AS di Pasar NDF pada Awal Pekan Ini

Rupiah Dekati Level Rp17.000 per Dolar AS di Pasar NDF pada Awal Pekan Ini

()

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan awal pekan ini, Senin (7/4/2025). Rupiah kembali mendekati level Rp17.000 per dolar AS. 

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (7/4/2025) hingga pukul 10.00 WIB, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) yang diperdagangkan di pasar luar negeri merosot 288 poin atau 1,73% ke level Rp16.940,5 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau naik 0,05% ke level 103,07.

Bitcoin Terjun Bebas ke US$77.000 Terseret Guncangan Tarif Trump

Bitcoin Terjun Bebas ke US$77.000 Terseret Guncangan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA – Bitcoin membuka pekan dengan kejatuhan tajam di pasar Asia, mencerminkan meningkatnya sentimen penghindaran risiko di seluruh pasar global.

Melansir Bloomberg, Senin (7/4/2025), harga Bitcoin sempat merosot sekitar 7% ke US$77.077. Sementara itu, mata uang kripto terbesar kedua, Ether, merosot hingga menyentuh US$1.538, level terendah sejak Oktober 2023, sebelum keduanya akhirnya memangkas sebagian kerugian.

Aksi jual ini terjadi bersamaan dengan eskalasi kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump, yang telah menghapus nilai triliunan dolar dari bursa saham AS. Indeks saham berjangka AS melemah tajam, dan penguatan yen menambah bukti gejolak yang melanda pasar keuangan global.

Menko Airlangga Kumpulkan Pelaku Industri Hari Ini, Dikejar Waktu Nego Tarif Trump

Menko Airlangga Kumpulkan Pelaku Industri Hari Ini, Dikejar Waktu Nego Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden AS Donald Trump akan menerapkan tarif bea masuk 32% ke produk impor asal Indonesia pada 9 April 3025. Dikejar waktu sebelum berlaku, pemerintah ingin meminta masukan para pelaku usaha sebagai bahan pertimbangan negosiasi tarif Trump ke pemerintah AS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah tidak akan mengambil langkah untuk membalas Trump dengan tarif resiprokal atau tarif balasan. Pemerintah, sambungnya, akan memilih jalur diplomasi dan negosiasi untuk mencari solusi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Bursa Jepang Memerah Akibat Tarif Trump, Indeks Topix dan Nikkei Terjun Bebas

Bursa Jepang Memerah Akibat Tarif Trump, Indeks Topix dan Nikkei Terjun Bebas

()

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Jepang anjlok pada awal pekan ini sebagai reaksi pasar atas pemberlakuan tarif impor dari Amerika Serikat ke sejumlah negara mitra. Indeks Nikkei dan Topix anjlok sementara yen terpantau reli.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix sempat ambrol hingga 9,6% atau ke level terendahnya sejak Agustus 2024. Sementara itu, saham blue chip di indeks Nikkei terjun bebas ke level paling bawah sejak Oktober 2023.

Selain Jepang, indeks saham di bursa Asia lainnya juga terpantau loyo. Indeks Hang Seng di Hong Kong tergerus 9,3% dan indeks Shanghai Composite di China jatuh 4,5%. Sementara itu, bursa Taiwan mengalami kejatuhan paling parah dengan penurunan hampir 10%.

Bursa Asia Rontok: Indeks Saham Taiwan, Hang Seng, dan Nikkei 225 Paling Jeblok

Bursa Asia Rontok: Indeks Saham Taiwan, Hang Seng, dan Nikkei 225 Paling Jeblok

()

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa saham Asia rontok pada perdagangan awal pekan ini, Senin (7/4/2025), menjelang berlakunya tarif impor AS terhadap mitra dagang di seluruh dunia mulai 9 April 2025.

Berdasarkan data Bloomberg pada perdagangan Senin (7/4/2025), indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 6,29%, Shanghai Composite China turun 3,93%, Hang Seng Index Hong Kong merosot 8,5%, Kospi Index Korea Selatan melemah 4,47%, dan Taiwan Taiex Index anjlok hampir 10% atau 9,69%.

Di kawasan Asia Tenggara, indeks FTSE Bursa Malaysia KLCI turun 4,37%, Strait Times Index STI merosot 6,22%, PSEi Filipina turun 4,02%, Vietnam Ho Chi Minh Stock Index turun 1,8%, dan Stock Exchange of Thailand Index melorot 3,15%. Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) tidak beranjak dari level penutupan 27 Maret 2025 karena Bursa Efek Indonesia masih libur Lebaran. 

Taiwan Putuskan Tak Balas Tarif AS, Siap Kucurkan Investasi Besar-besaran

Taiwan Putuskan Tak Balas Tarif AS, Siap Kucurkan Investasi Besar-besaran

()

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Taiwan Lai Ching-te menyatakan kesiapan negaranya untuk membuka pembicaraan dagang dengan Amerika Serikat dengan tawaran nol tarif.

Alih-alih membalas kebijakan tarif AS dengan langkah serupa, Lai memilih jalur damai dengan menghapus hambatan dagang demi memperkuat hubungan ekonomi dan meningkatkan investasi Taiwan di negeri Paman Sam.

Langkah ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan kebijakan tarif impor secara luas, termasuk bagi Taiwan yang saat ini menikmati surplus perdagangan besar dengan AS dan menghadapi tarif hingga 32% atas produknya.

Pasar Saham AS Diproyeksi Lanjut Merosot Pekan Ini, SP Futures Anjlok

Pasar Saham AS Diproyeksi Lanjut Merosot Pekan Ini, SP Futures Anjlok

()

Bisnis.com, JAKARTA— Sejumlah perusahaan investasi melakukan pemangkasan peringkat terhadap pasar saham Amerika Serikat di tengah memanasnya genderang perang tarif yang ditabuh oleh Presiden AS Donald Trump dengan negara-negara mitra dagang. 

Berdasarkan catatan Bloomberg, downgrade terhadap target pasar saham AS pada 2025 dilakukan oleh Evercore ISI,  RBC Capital Markets, Goldman Sachs Group Inc., Barclays, dan Yardeni Research. Langkah itu dilakukan akibat ketidakpastian yang muncul dari kebijakan tarif impor AS. 

Michael Purves, CEO Tallbacken Capital Advisors, mengatakan pihaknya terlalu bullish terhadap pasar saham pada tahun ini. Menurutnya, pandangan itu belum menghitung risiko penurunan laba, margin korporasi, kenaikan inflasi, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang muncul saat ini. 

Ikuti Jejak China dan Kanada, Uni Eropa Siap Bersatu Balas Tarif Trump

Ikuti Jejak China dan Kanada, Uni Eropa Siap Bersatu Balas Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Negara-negara Uni Eropa dikabarkan akan bersatu dengan membuat front persatuan dalam beberapa hari mendatang untuk melawan tarif impor yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump.

Uni Eropa kemungkinan akan menyetujui serangkaian tindakan balasan yang ditargetkan untuk impor AS senilai $28 miliar, mulai dari benang gigi (dental floss) hingga berlian.

Jika hal tersebut terjadi maka Uni Eropa akan bergabung dengan China dan Kanada dalam memberlakukan tarif pembalasan terhadap AS dalam eskalasi awal yang dikhawatirkan beberapa pihak akan menjadi perang dagang global, membuat barang-barang menjadi lebih mahal bagi miliaran konsumen dan mendorong ekonomi di seluruh dunia ke dalam resesi.

Penjualan Wine Italia ke AS Makin Suram Buntut Kebijakan Tarif Trump

Penjualan Wine Italia ke AS Makin Suram Buntut Kebijakan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pengusaha mengungkapkan prospek penjualan wine Italia ke Amerika Serikat (AS) semakin suram imbas penerapan tarif impor atau tarif resiprokal 20% kepada Uni Eropa (UE).

Dengan kata lain, penjualan Prosecco, Brunello di Montalcino, dan anggur Italia lainnya terancam.

Produsen Italia dan importir AS mengatakan bahwa kebijakan resiprokal oleh Presiden AS Donald Trump bisa memukul bisnis mereka.

Padahal, Italia mengekspor lebih banyak wine ke AS daripada negara lain mana pun. Tahun lalu, negara itu menjual anggur, minuman beralkohol, dan cuka senilai 2 miliar euro ke pasar AS.

Harga Emas Spot dan Comex Kompak Melemah Awal Pekan Ini

Harga Emas Spot dan Comex Kompak Melemah Awal Pekan Ini

()

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas spot dan Comex kontrak pengiriman Juni 2025 terus melemah hingga awal perdagangan Senin (7/4/2025). 

Berdasarkan data Bloomberg, emas spot turun 21,93 poin atau 0,72% ke posisi US$3.016,31 per ons pada hari ini hingga pukul 06.00 WIB. 

Pada saat yang sama, emas Comex kontrak Juni 2025 merosot 7,8 poin atau 0,26% ke level US$3.027,6 per ons.

Seperti dilansir Bloomberg, emas lanjut melemah pada awal pekan ini setelah investor mengkhawatirkan risiko yang memburuk dari perang dagang yang dipantik oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Lebih dari 50 Negara Minta Negosiasi Tarif Trump ke Gedung Putih, Ada Indonesia?

Lebih dari 50 Negara Minta Negosiasi Tarif Trump ke Gedung Putih, Ada Indonesia?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Penasihat Donald Trump menyatakan bahwa lebih dari 50 negara telah menghubungi Gedung Putih untuk memulai perundingan atas tarif impor Trump.

Dilansir dari Reuters, hal tersebut disampaikan oleh Direktur Dewan Ekonomi Nasional Amerika Serikat (AS) Kevin Hasset dalam wawancara dengan ABC News pada Minggu (6/4/2025).

Hasset membantah bahwa kebijakan tarif impor dari Presiden AS Donald Trump sebagai cara tidak langsung untuk menekan bank sentral, yakni Federal Reserve alias The Fed, agar memangkas suku bunga.

Investor Ancang-Ancang Pasar Saham China Jeblok pada Senin Kelabu

Investor Ancang-Ancang Pasar Saham China Jeblok pada Senin Kelabu

()

Bisnis.com, JAKARTA — Investor China bersiap untuk menghadapi perdagangan saham yang suram pada Senin (7/4/2025) setelah kembali dari masa libur akhir pekan. Balasan China atas kebijakan tarif impor Amerika Serikat diproyeksikan membuat pasar terguncang.

Dilansir dari Bloomberg, indeks saham China yang terdaftar di AS telah anjlok 8,9% pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (4/4/2025). Penurunan tersebut menjadi yang terbesar sejak Oktober 2022.

Penurunan yang sama besarnya terjadi pada saham lokal yang dapat membuat beberapa indeks saham China, seperti Hang Seng China Enterprises Index mengalami koreksi teknis, dan dalam beberapa kasus mendekati kondisi pasar yang melemah. Kondisi tersebut akan mengakhiri pemulihan yang baru menggeliat.

Industri Komponen Otomotif Minta Pemerintah Perkuat Strategi Dagang untuk Hadapi Tarif Trump

Industri Komponen Otomotif Minta Pemerintah Perkuat Strategi Dagang untuk Hadapi Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) menyampaikan kekhawatiran atas dampak kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap industri komponen otomotif nasional.

Sekjen GIAMM Rachmat Basuki menilai perlu adanya langkah strategis pemerintah dalam menyikapi situasi ini. Mengingat, ekspor komponen otomotif Indonesia ke Amerika Serikat saat ini menempati posisi kedua terbesar setelah Jepang.

“Ini tentu berdampak besar bagi industri kita, karena sebelumnya tarif masuk ke AS relatif kecil. Sementara produk Amerika yang masuk ke Indonesia dikenakan tarif yang jauh lebih tinggi," ujarnya melalui keterangan resmi, Minggu (6/4/2025).

25% Ekspor Batam Menuju ke AS, BP Batam Putar Otak

25% Ekspor Batam Menuju ke AS, BP Batam Putar Otak

()

Bisnis.com, BATAM — Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mengantisipasi dampak dari pemberlakuan tarif timbal balik Presiden Amerika Serikat Donald  Trump. 25% Ekspor Batam saat ini menuju ke negeri Paman Sam. 

Indonesia termasuk dalam negara yang terkena kebijakan tarif timbal balik sebesar 32%, yang diprediksi akan memberikan tekanan berat pada perekonomian Batam.

Deputi Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis mengatakan pemberlakuan tarif sebesar 32% untuk barang impor-ekspor tentu menjadi kendala bagi neraca perdagangan Indonesia khususnya Batam.

Bahas Tarif Impor Trump, Airlangga Bakal Panggil Pelaku Industri Besok

Bahas Tarif Impor Trump, Airlangga Bakal Panggil Pelaku Industri Besok

()

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bakal memanggil pelaku industri untuk membahas tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump besok, Senin (7/4/2025).

Airlangga mengatakan bahwa pertemuan itu merupakan wadah bagi pelaku usaha yang ingin memberikan masukan terhadap pemerintah terkait kebijakan AS tersebut.

“Besok seluruh industri akan diundang untuk mendapatkan masukan terkait dengan ekspor mereka dan juga terkait dengan hal-hal yang perlu kita jaga terutama sektor padat karya,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Minggu (6/4/2025).

AS Kasih Tenggat hingga 9 April ke RI untuk Negosiasi Kebijakan Tarif Trump

AS Kasih Tenggat hingga 9 April ke RI untuk Negosiasi Kebijakan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengaku telah ditenggat untuk mengungkap langkah Indonesia terkait dengan kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat hingga Rabu (9/4/2025).

Airlangga menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih terus berkomunikasi dengan United States Trade Representative (USTR), U.S. Chamber of Commerce, dan negara mitra lainnya untuk membahas persoalan tersebut.

"Kita dikenakan waktu yang sangat singkat, yaitu 9 April, diminta untuk merespons. Indonesia menyiapkan rencana aksi dengan memperhatikan beberapa hal, termasuk impor dan investasi dari Amerika Serikat,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Minggu (6/4/2025).

BEI Imbau Investor Tetap Tenang meski IHSG Diprediksi Volatil Akibat Tarif Trump

BEI Imbau Investor Tetap Tenang meski IHSG Diprediksi Volatil Akibat Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — (Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mengalami tekanan pada perdagangan pekan depan setelah libur Lebaran disebabkan oleh faktor global, yakni kebijakan tarif impor AS. Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai agar investor tidak perlu panik.

Sebagaimana diketahui, tarif impor AS telah resmi diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada Rabu (2/4/2025), waktu setempat. Seluruh negara diganjar tarif impor 10%, sedangkan beberapa negara turut dikenakan tarif resiprokal (reciprocal tariffs) lebih tinggi berdasarkan hambatan perdagangan dengan AS.

Prospek IHSG Pekan Depan Pasca Libur Lebaran, Kena Hantam Tarif Impor Trump?

Prospek IHSG Pekan Depan Pasca Libur Lebaran, Kena Hantam Tarif Impor Trump?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mengalami tekanan pada perdagangan pekan depan setelah libur lebaran. Tekanan datang dari global, seiring dengan telah diresmikannya kebijakan tarif impor AS oleh Presiden Donald Trump. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengalami penguatan 0,59% ke level 6.510,62 pada perdagangan sebelum libur Lebaran, Kamis (27/3/2025). Namun, IHSG mengalami pelemahan 8,04% sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) atau sepanjang kuartal I/2025.

Rupiah Diproyeksi Tembus Rp17.050 per Dolar AS Awal Pekan Depan

Rupiah Diproyeksi Tembus Rp17.050 per Dolar AS Awal Pekan Depan

()

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak melemah ke level Rp17.050 per dolar AS awal pekan depan. Ambrolnya rupiah ini disebabkan oleh sejumlah sentimen yang datang dari global. 

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, mata uang rupiah menyentuh level Rp17.006 pada perdagangan Jumat malam (4/4/2025) di pasar Non-Deliverable Forward (NDF). Menurut Ibrahim, banyak data fundamental yang memengaruhi pelemahan rupiah.

"Salah satunya adalah rilis data tenaga kerja di Amerika yang berada di luar ekspektasi, lebih baik dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya," ucap Ibrahim, Sabtu (5/4/2025).

Pemicu Nilai Rupiah Ambrol ke Rp17.006 per Dolar AS di Pasar NDF

Pemicu Nilai Rupiah Ambrol ke Rp17.006 per Dolar AS di Pasar NDF

()

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah hingga Rp17.006 pada pasar Non-Deliverable Forward (NDF). Pelemahan rupiah ini seiring dengan kebijakan tarif yang diberlakukan Trump.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pemerintah Indonesia ingin melakukan negosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat mengenai tarif tersebut.

"Seharusnya Indonesia melakukan perlawanan terhadap bea impor yang diterapkan AS. Hampir semua negara melakukan perlawanan," kata Ibrahim, Sabtu (5/4/2025).

Dia melanjutkan, dengan kondisi tersebut, Pemerintah Indonesia melakukan negosiasi ulang dengan pemerintahan Trump alih-alih memberikan tarif balasan. Ibrahim menilai negosiasi ini tidak akan tercapai.

Deretan Saham Bank di Bursa AS Rontok Imbas Kebijakan Tarif Trump

Deretan Saham Bank di Bursa AS Rontok Imbas Kebijakan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah saham perbankan di Bursa AS jeblok setelah kebijakan tarif impor diresmikan oleh Presiden Donald Trump. Jebloknya saham perbankan AS didorong oleh kekhawatiran lesunya ekonomi global dan ancaman resesi akibat kebijakan tarif Trump.

Dilansir dari Reuters, indeks saham perbankan di Nasdaq atau KBW Bank Index (BKX) mencatatkan kinerja jeblok hampir turun 10% pada penutupan perdagangan Kamis (3/4/2025) sehari setelah Trump meresmikan kebijakan tarifnya.

Pelemahan indeks saham perbankan AS itu menjadi paling jeblok sejak krisis perbankan di AS pada Maret 2023. Saat itu, indeks saham perbankan di AS runtuh 11% karena gejolak akibat gagalnya sejumlah bank, seperti Silicon Valley Bank dan Signature Bank.

Pulau yang Hanya Dihuni Penguin Pun Kena Tarif Impor dari Trump

Pulau yang Hanya Dihuni Penguin Pun Kena Tarif Impor dari Trump

()

CANBERRA, KOMPAS.com – Pulau Heard dan Kepulauan McDonald, wilayah luar Australia yang tak berpenghuni dan terletak di dekat Antartika, ikut terseret dalam kebijakan tarif perdagangan yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dikutip dari The Guardian, Kamis (3/4/2025), kedua pulau tersebut masuk dalam daftar "negara" yang dikenai tarif impor sebesar 10 persen oleh Gedung Putih.

Padahal, lokasi ini hanya bisa diakses melalui perjalanan laut selama dua minggu dari Perth, Australia Barat, dan tidak dihuni manusia. Kunjungan terakhir ke sana diyakini terjadi hampir satu dekade lalu.

Harga Minyak Ambles 7% usai China Umumkan Tarif Balasan

Harga Minyak Ambles 7% usai China Umumkan Tarif Balasan

()

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak global anjlok 7% pada perdagangan Jumat  (4/4/2025) ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun setelah China mengumumkan tarif balasan terhadap barang-barang asal Amerika Serikat.

Langkah ini memanaskan kembali perang dagang yang kian membayangi prospek ekonomi global dan meningkatkan kekhawatiran resesi di kalangan investor.

Melansir Reuters, Sabtu (5/4/2025), harga minyak mentah Brent anjlok US$4,56 atau 6,5% ke level US$65,58 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah US$4,96 atau 7,4%, ke US$61,99.

Efek Tarif Trump, Pertumbuhan Ekonomi RI Sulit Capai 5%

Efek Tarif Trump, Pertumbuhan Ekonomi RI Sulit Capai 5%

()

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan sulit mencapai level 5% akibat pengenaan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Indonesia.

Sebagaimana diketahui, tarif impor tersebut resmi diumumkan oleh Trump, Rabu (2/4/2025), waktu setempat. Seluruh negara diganjar tarif impor 10%, sedangkan beberapa negara seperti Indonesia turut dikenakan tarif resiprokal (reciprocal tariffs) lebih tinggi berdasarkan hambatan perdagangan dengan AS. Adapun, Indonesia dikenakan tarif impor bea masuk perdagangan sebesar 32%.

Rupiah Jeblok ke Rp17.006 per Dolar AS di Pasar NDF, Imbas Perang Dagang Memanas

Rupiah Jeblok ke Rp17.006 per Dolar AS di Pasar NDF, Imbas Perang Dagang Memanas

()

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah seiring dengan memanasnya perang dagang usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru untuk sejumlah negara mitra dagang.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (4/4/2025) hingga pukul 20.53 WIB, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) yang diperdagangkan di pasar luar negeri ambrol ke level Rp17.006 per dolar AS atau mengalami penurunan 1,58%.

Kebijakan tarif impor yang diterapkan Presiden AS Donald Trump telah diperkirakan dapat melemahkan nilai tukar rupiah. Trump diketahui mengumumkan kebijakan tarif resiprokal yang berdampak signifikan bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Wall Street Jeblok Imbas Sentimen Tarif Trump, Saham Apple Anjlok

Wall Street Jeblok Imbas Sentimen Tarif Trump, Saham Apple Anjlok

()

Bisnis.com, JAKARTA — Wall Street merosot tajam pada akhir perdagangan Kamis (3/4/2025) waktu setempat terimbas sentimen pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang tarif impor terhadap mitra dagang AS. 

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 anjlok 4,9%, Nasdaq 100 jeblok 5,5%, dan Dow Jones Industrial Average merosot 3,98% pada perdagangan kemarin. Penurunan indeks S&P 500 dan Nasdaq merupakan yang paling dalam sejak 2020. 

Mary Ann Bartels dari Sanctuary Wealth mengatakan apabila kebijakan tarif Trump tetap berjalan, ekonomi akan mengalami perlambatan. 

Analis Beberkan Dampak Kebijakan Tarif Impor Trump ke Indonesia

Analis Beberkan Dampak Kebijakan Tarif Impor Trump ke Indonesia

()

Bisnis.com, JAKARTA - Phintraco Sekuritas mengungkapkan dampak jangka pendek yang akan membayangi Indonesia setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan tarif impor 32%. 

Trump diketahui telah mengumumkan kebijakan tarif resiprokal yang berdampak signifikan bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia. Dalam kebijakan tersebut, produk non-migas Indonesia kini dikenakan tarif sebesar 32% saat memasuki pasar AS.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan bahwa berdasarkan data perdagangan, surplus perdagangan non-migas Indonesia dengan AS mencapai US$2,55 miliar selama Januari-Februari 2025. 

Trump Umumkan Tarif Impor, Indeks Dolar AS Jeblok

Trump Umumkan Tarif Impor, Indeks Dolar AS Jeblok

()

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks dolar Amerika Serikat merosot pada Kamis (3/4/2025) setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor terhadap mitra dagang AS di seluruh dunia.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 16.00 WIB, indeks dolar AS spot (DXY) merosot 1,6 poin atau 1,55% ke posisi 102,2030. 

Indikator nilai tukar dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama itu melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor minimal 10% terhadap mitra dagang AS. Pengumuman itu dilakukan Trump dalam sebuah acara di Rose Garden, Gedung Putih pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat.