Teror Kepala Babi Ke Tempo

22 Hari Setelah Tempo Diteror, Petunjuk Terputus?

22 Hari Setelah Tempo Diteror, Petunjuk Terputus?

()

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah 22 hari sejak kantor media Tempo menerima teror dari orang tak dikenal pada 20 Maret lalu, hingga kini polisi belum berhasil menangkap pelaku teror tersebut.

Kasus berawal setelah petugas keamanan pada 19 Maret sore menerima paket misterius yang terbungkus kardus dari seorang pengemudi ojek online. 

Tak jelas siapa pengirimnya. Hanya ada tulisan nama Cica yang tertulis di kardus tersebut. Cica adalah nama panggilan wartawan Tempo sekaligus host program Bocor Alus, Francisca Christy.

Bareskrim Periksa Ojek Online Pengirim Teror ke Redaksi Tempo

Bareskrim Periksa Ojek Online Pengirim Teror ke Redaksi Tempo

()

JAKARTA, KOMPAS.com - Bareskrim Polri tengah memeriksa ojek online yang ditugaskan untuk mengirimkan teror ke kantor Tempo beberapa waktu yang lalu.

“Dan, hari ini salah satu saksi, yaitu ojek yang mengirim sedang kami periksa,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro saat konferensi pers di Lobi Bareskrim Polri, Kamis (10/4/2025).

Djuhandhani mengatakan, berdasarkan pemeriksaan yang tengah berlangsung, ada proses pengiriman yang terputus.

Pengiriman teror ke kantor Tempo ini dilakukan dalam beberapa kali pengiriman oleh sejumlah ojek online yang berbeda.

Najwa Shihab: Prabowo Ditanya Teror Kepala Babi Tempo hingga RUU TNI Saat Bertemu di Hambalang

Najwa Shihab: Prabowo Ditanya Teror Kepala Babi Tempo hingga RUU TNI Saat Bertemu di Hambalang

()

JAKARTA, KOMPAS.com - Founder Narasi Najwa Shihab buka-bukaan mengenai apa saja yang ditanyakan oleh para pemimpin redaksi (pemred) saat mereka bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025).

Najwa mengatakan, ada banyak sekali pertanyaan yang ditanyakan para jurnalis senior itu kepada Prabowo.

Malahan, kata dia, mereka bebas bertanya apa pun tanpa perlu menyerahkan daftar pertanyaan terlebih dahulu.

"Jadi betul-betul ini pertanyaannya, bahkan sesama jurnalis kita tidak tahu akan saling nanya apa. Jadi semua pertanyaan spontan, kita yang siapkan sendiri, tak perlu kirim list pertanyaan. Dan akhirnya yang ditanyakan beragam banget," ujar Najwa saat dihubungi Kompas.com, Minggu.