&lt;?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0"><channel><title>SwaraFakta - Baca berita terbaru hari ini</title><link>https://swarafakta.my.id/</link><description>SwaraFakta - Berita hukum, politik, ekonomi indonesia terbaru</description><generator>Hugo -- https://gohugo.io/</generator><lastBuildDate>Sun, 13 Apr 2025 07:20:07 WITA</lastBuildDate><language>id</language><item><title>16 Perusahaan di Jateng Belum Bayarkan THR</title><link>https://swarafakta.my.id/berita/16-perusahaan-di-jateng-belum-bayarkan-thr-3ed30/</link><pubDate>Wed, 09 Apr 2025 13:17:52 UTC</pubDate><guid>https://swarafakta.my.id/berita/16-perusahaan-di-jateng-belum-bayarkan-thr-3ed30/</guid><media:content url="https://asset.kompas.com/crops/Fn6-81ucMbE8Oby9IIKWkgJ9zpA=/0x0:1920x1280/1200x800/data/photo/2025/03/31/67ea704fa1f0c.jpg" medium="image"/><description><p>SEMARANG, KOMPAS.com – Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Jawa Tengah menerima aduan dari 196 buruh terkait persoalan THR dan 48 buruh lainnya terkait Bonus Hari Raya (BHR).</p><p>Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah mencatat, dari aduan tersebut, terdapat 16 perusahaan yang belum membayarkan THR, dan puluhan perusahaan lainnya masih dalam proses tindak lanjut.</p><p>Kepala Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz, menyampaikan bahwa total ada 145 perusahaan yang diadukan para buruh. Di antaranya, dua perusahaan sudah dinyatakan pailit, termasuk PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).</p></description></item></channel></rss>