47 Pendulang Emas Dinyatakan Selamat dari Serangan KKB di Yahukimo

47 Pendulang Emas Dinyatakan Selamat dari Serangan KKB di Yahukimo

JAYAPURA, KOMPAS.com - Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz bersama aparat TNI dan Polres setempat mengevakuasi sekaligus mendata para pendulang yang dinyatakan selamat dari aksi penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Muara Kum, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Polisi Faizal Ramadhani mengatakan, terdapat 47 korban selamat yang dievakuasi melalui Kabupaten Asmat dan Kabupaten Yahukimo. 

"Sebanyak 35 orang penambang berhasil mengungsi dan kini berada dalam pengamanan aparat TNI-Polri di Kampung Mabul, Distrik Koroway, Kabupaten Asmat,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (10/4/2025).

Selain itu, ada juga para penambang yang mengungsi ke Kabupaten Yahukimo menggunakan speedboat dan tiba di Pelabuhan Logpon, Distrik Dekai.

“Ada 12 orang pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri menggunakan speedboat dan sudah berada di Kabupaten Yahukimo,” katanya.

Menurut Faizal, data para pendulang ini masih bersifat sementara, sebab saat ini sedang didata kembali, sekaligus dilakukan evakuasi terhadap korban yang meninggal dunia, maupun korban yang selamat dan masih berada di Muara Kum.

“Dari Polres Asmat juga sudah berada di Kampung Mabul dan akan melakukan pendataan, sekaligus membantu evakuasi terhadap para penambang yang dinyatakan selamat dan berada di Mabul,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa KKB melakukan penyerangan terhadap para pendulang emas di Muara Kum, Kabupaten Yahukimo, pada Minggu (6/4/2025) dan Senin (6/4/2025).

Dari peristiwa penyerangan tersebut, 11 orang pendulang dinyatakan tewas akibat terkena luka bacok, tembakan dan terkena panah yang dilancarkan oleh KKB.

Hingga saat ini, aparat gabungan TNI dan Polri telah bergerak mengevakuasi korban yang meninggal dunia dan korban yang masih selamat dan berada di sekitar lokasi kejadian.

 

Sumber