Dijemput Prabowo di Bengkulu, Agung Surahman Dititip Pesan Gubernur soal Tol dan Garbarata Bandara

Dijemput Prabowo di Bengkulu, Agung Surahman Dititip Pesan Gubernur soal Tol dan Garbarata Bandara

BENGKULU, KOMPAS.com - Pesawat Kepresidenan RI-1 yang membawa Presiden Prabowo Subianto mendarat di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, pada Minggu (6/4/2025).

Kedatangan Presiden Prabowo adalah untuk menjemput asisten pribadinya, Agung Surahman, yang merupakan putra daerah Bengkulu.

Mendaratnya pesawat kepresidenan di Bandara Fatmawati menarik perhatian warga, yang berduyun-duyun mendatangi bandara untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang turut menyambut kedatangan Presiden, menjelaskan bahwa kunjungan ini bersifat pribadi.

Gubernur juga menitipkan tiga pesan kepada Agung untuk disampaikan kepada Presiden Prabowo.

“Sebenarnya Presiden ingin turun (dari pesawat), tetapi karena keterbatasan waktu dan kondisi, belum sempat. Namun, pesan-pesan kami akan disampaikan melalui Agung, seperti percepatan pembangunan jalan tol, revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai, dan pengadaan garbarata di Bandara Fatmawati,” ujar Helmi.

Saat ini, jalan tol di Bengkulu hanya memiliki seksi I yang menghubungkan Bengkulu-Taba Penanjung dengan panjang 16,7 kilometer.

Jika pembangunan tol seksi II tidak dilanjutkan, maka pemanfaatan tol seksi I akan kurang maksimal.

Tol seksi II yang menghubungkan Bengkulu-Lubuk Linggau, yang memiliki panjang 95,8 kilometer, hingga kini belum dilanjutkan.

Selesainya tol seksi II diprediksi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bengkulu serta membuka arus transportasi dan interkoneksi daerah.

Pelabuhan Pulau Baai saat ini berada dalam kondisi mengkhawatirkan akibat pendangkalan yang berulang.

Hal ini mengakibatkan terhambatnya suplai BBM dari Pertamina serta mengganggu distribusi sembako dan transportasi ke Pulau Enggano.

Presiden Prabowo telah merestui anggaran senilai Rp 1 triliun untuk revitalisasi pelabuhan ini.

Gubernur Helmi Hasan juga menyampaikan pentingnya pembangunan garbarata di Bandara Fatmawati.

Menurutnya, dengan adanya garbarata, bandara ini dapat mendorong statusnya menjadi bandara internasional. "Insya Allah bandara kita akan menuju go internasional," terang Helmi.

Presiden Prabowo datang ke Bengkulu untuk menjemput asistennya yang tertinggal pesawat dan tidak bisa ikut rombongan ke Malaysia.

“Ini sebenarnya kunjungan yang bersifat diam-diam. Tapi karena yang datang adalah Presiden, tentu tidak mungkin tidak disambut. Kita bersyukur, ada pemuda asal Bengkulu yang dipercaya dan dicintai oleh Presiden. Agung sempat pulang ke Bengkulu untuk bertemu keluarganya, dan karena tiket dari Jakarta ke Malaysia penuh, Presiden akhirnya langsung datang menjemputnya,” kata Helmi.

Helmi berharap, kepercayaan yang diberikan kepada putra Bengkulu tersebut dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Bengkulu kepada pemerintah pusat.

Di akhir pernyataannya, Helmi mendoakan agar Presiden Prabowo senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam memimpin bangsa Indonesia.

“Presiden merasa nyaman bersama putra Bengkulu. Kita doakan beliau selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT, dan terus membawa bangsa ini ke arah kemajuan,” tutup Helmi.

Sumber