Gunung Semeru Meletus 7 Kali, Semburan Abu Capai 700 Meter

Gunung Semeru Meletus 7 Kali, Semburan Abu Capai 700 Meter

LUMAJANG, KOMPAS.com - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi, Rabu (9/4/2025).

Pos pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur melaporkan, Gunung Semeru mengalami 7 kali letusan sejak pukul 02.00-11.30 WIB.

Namun, hanya 3 erupsi yang dapat teramati secara visual. Sedangkan 4 erupsi lainnya tertutup kabut.

Erupsi pertama yang dapat diamati secara visual terjadi pukul 09.06 WIB dengan letusan kolom abu berintensitas sedang setinggi 400 meter di atas puncak kawah mengarah ke barat daya.

Disusul, pada pukul 09.47 WIB, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu 700 meter mengarah ke barat daya.

Terakhir, erupsi yang bisa diamati terjadi pukul 10.22 WIB. Letusan berintensitas sedang dengan kolom abu setinggi 700 meter mengarah ke barat daya.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Rabu, 9 April 2025 pukul 10.22 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 700 meter diatas puncak," tulis petugas PPGA Semeru Liswanto dalam keterangan tertulis, Rabu (9/4/2025).

Sebagai informasi, pada Selasa (8/4/2025) pukul 00.00-24.00 WIB, Pos Pemantauan Gunung Api (PPGA) Semeru melaporkan erupsi berupa letusan sebanyak 43 kali.

Namun, beberapa erupsi yang terjadi tidak dapat teramati secara visual karena Gunung Semeru tertutup kabut.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Yudhi Cahyono mengatakan, saat ini status aktivitas Gunung Semeru berada di level II atau waspada.

Meski begitu, ia mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 kilometer dari puncak.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Terlebih, saat ini sekitar Gunung Semeru kerap diguyur hujan lebat yang beresiko menimbulkan banjir lahar.

"Waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru," imbaunya.

Sumber