Jumlah Pemudik Turun 24 Persen, Akademisi UBL Soroti Efisiensi Anggaran dan Lesunya Ekonomi

LAMPUNG, KOMPAS.com – Penurunan jumlah pemudik pada Lebaran 2025 yang mencapai 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya disebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan efisiensi anggaran yang ketat.
Akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL) Andala Rama Putra menilai masyarakat cenderung menahan diri untuk tidak mudik karena faktor ekonomi.
"Ya kemungkinan besar penurunan jumlah pemudik yang sampai 24 persen tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di Indonesia," ujar Rama saat dihubungi, Selasa (8/4/2025).
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik pada 2025 tercatat sebanyak 146,48 juta orang. Angka ini turun sekitar 24 persen dari tahun 2024 yang mencapai 193,6 juta orang.
Rama menjelaskan, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah serta banyaknya perusahaan swasta yang gulung tikar turut berkontribusi terhadap melambatnya ekonomi nasional.
"Khususnya yang berskala besar, yang terpaksa harus mem-PHK secara masal pegawainya, sehingga ekonomi menjadi melamban," katanya.
Ia menambahkan, masyarakat kini cenderung mengurangi konsumsi akibat menurunnya pendapatan, termasuk untuk keperluan mudik yang biasanya rutin dilakukan setiap tahun.
Rama juga menyoroti menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akibat berbagai skandal korupsi yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan publik.
"Kebijakan pemerintah pusat sangat ditunggu oleh masyarakat khususnya terkait dengan penegakan hukum dalam kasus-kasus besar seperti kasus pertamax yang dioplos oleh oknum-oknum di Pertamina," ujarnya.
Menurut Rama, pemulihan kepercayaan masyarakat dan investor sangat penting untuk mendorong kembali pertumbuhan ekonomi di Indonesia.