Kronologi Pembunuhan Dimutilasi dan Mayat Dicor di Pesisir Selatan Terungkap

Kronologi Pembunuhan Dimutilasi dan Mayat Dicor di Pesisir Selatan Terungkap

PADANG, KOMPAS.com - Kasus pembunuhan dengan mutilasi yang menggemparkan Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terungkap setelah pemilik bangunan melakukan renovasi.

Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terpotong-potong dan dicor di bak kamar mandi bekas sarang walet.

Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan, AKP M Yogie Biantoro, menjelaskan bahwa penemuan kerangka kepala manusia itu bermula ketika pemilik gedung membongkar bak kamar mandi yang sudah dicor semen.

"Kasus ini terungkap setelah pemilik gedung melakukan renovasi. Bak dibongkar yang ternyata di dalamnya ada kerangka manusia," ungkapnya saat dihubungi Kompas.com pada Senin (7/4/2025).

Yogie menambahkan bahwa kasus ini hampir tertutup rapat karena tidak ada laporan orang hilang dari keluarga korban.

Korban berinisial P (34) sebelumnya telah pamit kepada keluarganya untuk merantau.

"Setelah pamit, korban ternyata pergi ke IV Jurai untuk menemui temannya yang merupakan pelaku B (34) dengan tujuan meminjam uang," jelasnya.

Namun, pertemuan tersebut berujung pada cekcok yang berakhir tragis.

"Korban dipukul dengan balok di bagian kepala hingga meninggal. Lalu tubuh korban dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam bak yang kemudian dicor dengan semen," tambah Yogie.

Sebelumnya, penemuan bagian tengkorak kepala korban terjadi pada Sabtu (5/4/2025) saat pemilik bangunan melakukan renovasi.

Setelah laporan mengenai penemuan tengkorak tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Pelaku mutilasi, yang merupakan teman korban, ditangkap pada Minggu (6/4/2025).

"Pelaku adalah B (34), yang merupakan karyawan kafe dekat bangunan sarang walet tempat korban ditemukan," kata Yogie.

Ia menjelaskan bahwa penangkapan pelaku berawal dari hasil penyelidikan dan keterangan warga sekitar yang mengarah kepada B.

"Pelaku berhasil kita tangkap dan mengakui perbuatannya," tutup Yogie.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan keprihatinan mendalam atas tindakan kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat.

Sumber