Lima ASN di Solo Mangkir Tanpa Keterangan Usai Libur Lebaran

Lima ASN di Solo Mangkir Tanpa Keterangan Usai Libur Lebaran

SOLO, KOMPAS.com – Sebanyak lima Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Solo, Jawa Tengah, tercatat tidak masuk kerja tanpa keterangan pada hari pertama kerja usai libur Lebaran, Selasa (8/4/2025).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Solo, Dwi Ariyatno, menyebut bahwa hasil klarifikasi awal belum mendapatkan alasan yang jelas dari lima ASN tersebut.

"Ada 5 orang yang berdasarkan hasil klarifikasi belum memberikan keterangan yang jelas," kata Dwi saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melaporkan kelima ASN tersebut ke masing-masing Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk ditindaklanjuti.

"Ini sedang dilaporkan ke Kepala OPD masing-masing untuk dimintai keterangan dan dilakukan pemeriksaan," ungkap Dwi.

Pada hari pertama masuk kerja pasca-libur dan cuti bersama Lebaran, Pemkot Solo menggelar dua kegiatan utama, yaitu apel pagi dan halalbihalal.

Seluruh ASN dimonitor kehadirannya karena aktivitas pemerintahan telah kembali berjalan normal.

“Untuk monitoring tugas karena ini sudah kembali ke kondisi normal itu ketentuannya ya sesuai aturan jam kerja. Absensi dilakukan dengan mekanisme elektronik. Jadi apel sendiri dan pelaksanaan tugasnya juga sendiri," ujarnya.

Dengan absensi elektronik, pihak BKPSDM dapat langsung mengetahui siapa saja ASN yang hadir maupun tidak hadir secara real-time.

Lebih lanjut, Dwi menambahkan bahwa ASN yang tetap bekerja selama periode Lebaran—khususnya dari dinas pelayanan publik seperti Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan—diberikan kompensasi berupa libur pengganti.

"Jadi cuti bersama dan libur nasional itu diberikan sama kepada ASN yang bertugas pada saat itu (lebaran). Jumlahnya sama dengan teman-teman yang lain. Itu tidak mengurangi cuti tahunan," ujar Dwi.

Sekitar 300 ASN di lingkungan Pemkot Solo tercatat menerima hak libur pengganti tersebut.

Sumber