Perpanjangan Jam Operasional Taman di Jakarta, Janji Politik Pramono-Rano yang Menuju Realisasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mulai menunjukkan keseriusannya dalam menunaikan salah satu janji kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno.
Rencana perpanjangan jam operasional taman menjadi bukti konkret dari upaya memperluas ruang publik, sekaligus mendorong geliat ekonomi masyarakat.
Rencana membuka sejumlah taman hingga 24 jam menjadi implementasi dari visi yang sudah dicanangkan sejak debat ketiga Pilkada Jakarta 2024 pada 17 November 2024.
“Taman-taman di Jakarta yang kurang lebih 1.527, yang selama ini hanya buka sampai dengan jam 6 sore, akan kami buka 24 jam," kata Pramono kala itu.
Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen untuk mengubah wajah kota yang selama ini sepi dan gelap di malam hari, menjadi lebih hidup, inklusif, dan aman.
Pemprov Jakarta menargetkan perpanjangan jam operasional di 10 taman pada tahap awal.
Enam taman akan dibuka selama 24 jam, sementara empat taman lainnya akan beroperasi hingga pukul 22.00 WIB.
Beberapa taman yang masuk dalam daftar 24 jam operasional adalah Taman Lapangan Banteng, Taman Ayodya, Tebet Eco Park, Taman Langsat, Taman Menteng, dan Taman Literasi.
“Kayak Eco Park kan masih lingkungan agak padet kan. Tapi kalau Taman Menteng kan sepi, ya kan. Itu bisa 24 jam," jelas Rano Karno di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (5/4/2025).
Kebijakan ini direncanakan mulai berlaku bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-498 Kota Jakarta pada 22 Juni 2025.
Dalam persiapan ini, Pemprov Jakarta tengah menyempurnakan infrastruktur pendukung yakni pemasangan CCTV, penerangan, serta pengaturan zona untuk PKL.
Rano menyebut, langkah ini juga bertujuan membuka ruang ekspresi yang lebih luas, terutama bagi seniman dan anak muda.
“Ternyata taman di Jakarta ini cuma buka sampai jam 6 sore. Malamnya gelap gulita. Nah, kenapa enggak kita manfaatkan?” kata Rano.
Langkah Pemprov Jakarta dalam memperpanjang jam operasional taman menunjukkan bagaimana janji politik bisa bertransformasi menjadi kebijakan nyata.
Ini bukan hanya soal waktu operasional, tetapi juga tentang bagaimana membangun ruang yang lebih inklusif, aman, dan menghidupkan denyut kota hingga malam hari.

