Remaja yang Diarak Tanpa Busana di Lembata Dapat Pendampingan LSM

LEMBATA, KOMPAS.com – HAR, remaja berusia 15 tahun yang diarak tanpa busana dan lalu dianiaya oleh lima warga Desa Normal I, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini mendapat pendampingan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) di wilayah itu.
“Korban untuk saat ini didampingi LSM Permata,” ujar Kepala Satuan Reskrim Kepolisian Resor (Polres) Lembata, AKP Donni Sare, saat dihubungi, Selasa (8/4/2025).
LSM Permata, kata Donni, bergerak di bidang perlindungan perempuan dan anak.
Selain LSM Permata, HAR juga didampingi oleh petugas Dinas Sosial dan para pekerja sosial (peksos) di Kabupaten Lembata.
Donni menambahkan, anak putus sekolah sejak kelas IV sekolah dasar (SD) ini tinggal bersama bibi dan neneknya, karena kedua orangtuanya merantau di luar kota.
Diberitakan sebelumnya, kasus ini terjadi pada Rabu (2/4/2025) sekitar pukul 17.15 Wita.
Saat itu, HAR ditangkap karena diduga mengambil sebuah alat cukur listrik, dan sebuah silikon handphone dari rumah seorang aparat desa.
Aksi pencurian tersebut diketahui oleh Mega, yang langsung berteriak. Mega kini menjadi salah satu tersangka dalam kasus ini.
Teriakan Mega membuat HAR ketakutan. Ia kemudian melarikan diri melalui jendela belakang ke arah pantai.
Warga melakukan pencarian dan menemukan korban di pesisir pantai. Dia lalu digiring menuju rumah kepala desa.
Selama dalam perjalanan, HAR dianiaya. Ia kemudian diarak keliling kampung dalam keadaan tanpa busana dengan tangan terikat ke belakang. Rekaman video kejadian ini pun menyebar luas.
