Warga Samarinda Keluhkan BBM Keruh, Pertamina Tegaskan Sudah Lewati Quality Control

Warga Samarinda Keluhkan BBM Keruh, Pertamina Tegaskan Sudah Lewati Quality Control

SAMARINDA, KOMPAS.com – Pemerintah Kalimantan Timur dan pihak PT Pertamina Patra Niaga menyatakan, semua BBM telah melewati proses quality control sebelum disalurkan, tetapi masih ada warga yang mengeluhkan kualitas BBM di Samarinda, Kalimantan Timur.

Di lapangan, sejumlah warga mengaku sempat mengalami gangguan pada kendaraan mereka usai mengisi BBM.

Warga Jalan Juanda, Arifin (38), mengatakan, motornya tiba-tiba mogok tak lama setelah mengisi Pertalite.

“Saya biasa isi di SPBU Karang Asam. Minggu lalu motor saya mogok, padahal baru ganti oli. Setelah dicek, katanya bahan bakarnya keruh,” ujarnya Minggu, (6/3/2025).

Senada dengan Arifin, warga Karang Asem Ulu bernama Linda (42), juga mengeluhkan hal serupa.

“Mobil saya sempat tersendat dan sulit dihidupkan. Suami saya sampai kuras tangki karena takut BBM-nya tercampur air,” kata Linda.

Ia berharap pihak SPBU dan Pertamina lebih rutin mengecek kualitas bahan bakar.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud bersama tim gabungan dan perwakilan PT Pertamina Patra Niaga turun langsung ke SPBU Karang Asam, Samarinda, Sabtu (5/4/2025), untuk mengecek kualitas bahan bakar menyusul keluhan masyarakat terkait dugaan masalah BBM.

Pengecekan dilakukan terhadap tangki timbun Pertalite dan Pertamax guna memastikan tidak ada kontaminasi yang memengaruhi kualitas BBM.

“Kami ingin pastikan tidak ada benda asing, seperti air, yang bisa menurunkan mutu BBM. Dan hasilnya, setelah dicek, clear, tidak ada kontaminasi,” kata Rudi di lokasi.

Densitas BBM yang diuji disebut masih dalam batas normal, yakni berkisar antara 0,70–0,75. Gubernur juga menanggapi laporan masyarakat terkait kendaraan mogok, yang menurutnya belum tentu disebabkan oleh kualitas BBM.

“Penyebab kendaraan mogok bisa dari banyak hal, seperti perawatan yang kurang, oli dan filter yang tidak diganti, bahkan karena banjir yang sempat terjadi di beberapa wilayah,” jelasnya.

Dia menyatakan, pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen melakukan pengecekan berkala dan acak ke SPBU untuk menjamin mutu BBM. “Kalau ada kendala, laporkan. Kami siap tindak lanjuti,” tegas Rudi.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Kalimantan, Edi Mangun, menyatakan bahwa semua BBM telah melewati proses quality control sebelum disalurkan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan keluhan melalui Pertamina Call Center 135.

Sumber