Pasuruan

Atasi Premanisme di Pasuruan, Polisi Buka Blokade Jalan dan Pabrik Gas

Atasi Premanisme di Pasuruan, Polisi Buka Blokade Jalan dan Pabrik Gas

(9 bulan yang lalu)

PASURUAN, KOMPAS.com - Sehari setelah menangkap pelaku aksi premanisme yang memalak, aparat kepolisian dari Polres Pasuruan Kota kembali memerangi aksi premanisme.

Kali ini tindakan digelar di pabrik penghasil gas, PT.Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) Gas Metering Station (GMS) di Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (12/04/2025).

Polisi membuka paksa jalan masuk pabrik dan area tambak yang ditutup oleh oknum warga setempat demi kepentingan sendiri.

Saat melepas sejumlah kayu dan bambu, tidak ada warga yang melakukan perlawanan.

4 Karyawan Rumah Makan di Pasuruan Luka Bakar Akibat Semburan Api Elpiji

4 Karyawan Rumah Makan di Pasuruan Luka Bakar Akibat Semburan Api Elpiji

(9 bulan yang lalu)

PASURUAN, KOMPAS.com – Empat karyawan rumah makan Kebuli Tarim di Kota Pasuruan mengalami luka bakar setelah tersembur api dari tabung gas elpiji yang bocor, Selasa (08/04/2025).

Peristiwa tersebut terjadi saat mereka tengah berada di dapur untuk memasak.

Insiden nahas ini terjadi di rumah makan yang menyajikan makanan khas Arab dan berlokasi tepat di selatan Alun-alun Kota Pasuruan.

Api tiba-tiba menyembur dari salah satu tabung gas dan mengenai para karyawan yang sedang bekerja di area dapur.

Tradisi Skilot di Pasuruan, Selancar di Atas Lumpur saat Rayakan Hari Raya Ketupat

Tradisi Skilot di Pasuruan, Selancar di Atas Lumpur saat Rayakan Hari Raya Ketupat

(9 bulan yang lalu)

PASURUAN, KOMPAS.com – Suasana pagi di Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tampak berbeda pada Senin (7/4/2025).

Sekitar pukul 09.00 WIB, ratusan warga berbondong-bondong memadati area tambak untuk menyaksikan tradisi skilot, lomba selancar lumpur khas nelayan Pasuruan Timur yang rutin digelar pada perayaan Hari Raya Ketupat, hari ketujuh di bulan Syawal.

Tradisi skilot merupakan bentuk olahraga rakyat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh nelayan setempat.

Para peserta akan berselancar di atas lumpur menggunakan papan dari balok tipis berukuran sekitar 70 sentimeter, yang biasa digunakan untuk mencari kerang saat pantai surut.