Utang

THR Masih Ada? Pakai untuk Cicil Utang

THR Masih Ada? Pakai untuk Cicil Utang

()

Bisnis.com, JAKARTA — Dari pada menggunakan THR untuk hal konsumtif, lebih baik dimanfaatkan dengan menyicil utang.

Pakar perencana keuangan Lolitta Setyawati mengatakan bahwa, kalau berbicara mengenai prioritas pengeluaran, memang cicilan utang merupakan hal yang paling pertama dibayarkan. 

“Jadi yang pertama itu adalah cicilan dahulu, kemudian punya dana darurat, lalu zakat, infak sedekah, baru kemudian kebutuhan lebaran dan investasi,” ujarnya dalam program bincang Broadcash di kanal Youtube Bisniscom, dikutip pada Sabtu (12/4/2025).

Warga RI Utang di Paylater hingga Rp8,2 Triliun per Februari 2025

Warga RI Utang di Paylater hingga Rp8,2 Triliun per Februari 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan paylater atau layanan beli sekarang bayar nanti oleh multifinance terus menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan pada awal 2025. 

Dalam dua bulan pertama tahun ini, utang warga Indonesia melalui skema Buy Now Pay Later (BNPL) di sektor multifinance telah mencapai Rp8,2 triliun. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Lainnya OJK, Agusman, mengatakan bahwa pwr Februari 2025, pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 59,1% secara tahunan (year on year/YoY).

Gara-gara Utang, Warga Lampung Dibacok Saat Silaturahmi Lebaran

Gara-gara Utang, Warga Lampung Dibacok Saat Silaturahmi Lebaran

()

LAMPUNG, KOMPAS.com - Seorang warga Lampung Tengah dibacok tetangganya gara-gara tak bayar utang.

Korban dibacok saat silaturahmi Lebaran kemarin.

Kapolsek Seputih Surabaya AKP Mahdum Yazin mengatakan, peristiwa itu terjadi di Kampung Gaya Baru III pada Senin (7/4/2025) pagi.

Korban bernama Hariyanto (36) mengalami luka parah di punggung dan pinggang.

"Korban mengalami penganiayaan itu saat bersilaturahmi Lebaran," kata Mahdum melalui keterangan tertulis, Jumat (11/4/2025).

Mahdum menambahkan, dua pelaku pembacokan itu telah ditangkap, yaitu MNS (43) dan RYA (43), warga Kampung Srikaton, Kecamatan Seputih Surabaya.

Utang Waskita (WSKT) Susut 17,5% jadi Rp69,3 Triliun Berkat Restrukturisasi

Utang Waskita (WSKT) Susut 17,5% jadi Rp69,3 Triliun Berkat Restrukturisasi

()

Bisnis.com, JAKARTA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) mencatat penurunan total utang sebesar 17,5% sepanjang tahun lalu menjadi Rp69,3 triliun. Sebelumnya, utang perseroan tembus Rp84 triliun pada 2022 dan 2023.

Corporate Secretary Ermy Puspa Yunita menjelaskan penurunan itu terjadi berkat dekonsolidasi utang sekitar Rp5 triliun atas divestasi PT Trans Jabar Tol (TJT), serta adanya pembayaran pinjaman bank dan efek restrukturisasi utang pinjaman.

“Kinerja positif ini tidak lepas dari keberhasilan restrukturisasi yang sudah efektif per September 2024. Ke depannya, perseroan akan terus menekan komposisi utang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (9/4/2025).

Pemerintahan Prabowo Tarik Utang Baru Rp270,4 Triliun per Maret 2025

Pemerintahan Prabowo Tarik Utang Baru Rp270,4 Triliun per Maret 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintahan Prabowo Subianto telah menarik utang baru sepanjang tahun ini hingga akhir Maret 2025 senilai Rp270,4 triliun. 

Angka tersebut jauh lebih tinggi dari realisasi akhir Maret 2024 yang hanya senilai Rp105,6 triliun atau meningkat Rp164,8 triliun. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan penarikan utang yang dilakukan cukup besar pada awal tahun atau frontloading tersebut—termasuk prefunding—menjadi langkah antisipasi efek kebijakan Presiden AS Donald Trump. 

Memang menjadi kenaikan karena kita melakukan frontloading mengantisipasi bahwa Pak Trump akan membuat banyak disruption," ujarnya dalam Sarasehan Ekonomi beraama Presiden RI, Selasa (8/4/2025).