Penumpang KRL

Perjuangan Anak Kereta Naik KRL dari Stasiun Manggarai, Berlarian Bak Zombie

Perjuangan Anak Kereta Naik KRL dari Stasiun Manggarai, Berlarian Bak Zombie

(9 bulan yang lalu)

JAKARTA, KOMPAS.com - Bukan perkara mudah bagi "anker" alias anak kereta untuk sehari-hari bermobilisasi naik KRL Jabodetabek.

Bagaimana tidak, saat jam berangkat dan pulang kerja, gerbong KRL dan stasiun bak arena "pertempuran" saking banyaknya penumpang. 

Hal ini dirasakan oleh warga yang tiap hari naik dan turun KRL di Stasiun Manggarai, stasiun transit yang mempertemukan berbagai jalur kereta, baik arah Jakarta, Depok, Bogor, hingga Bekasi. 

Tak jarang penumpang harus berlarian untuk berganti peron dan mengejar KRL di Stasiun Manggarai. Desak-desakan antarpenumpang pun menjadi pemandangan sehari-hari. 

Pengguna Nilai KRL Lebih Padat Usai Libur Lebaran

Pengguna Nilai KRL Lebih Padat Usai Libur Lebaran

(9 bulan yang lalu)

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang mahasiswa bernama Alisa (20), menilai Kereta Rel Listrik (KRL) lebih padat setelah libur Lebaran 2025.

“Saya sudah biasa naik kereta transit di Stasiun Manggarai dari Stasiun Bekasi Timur menuju Lenteng Agung pada jam kerja, tapi setelah libur Lebaran 2025, kereta jadi lebih padat,” kata Alisa, kepada Kompas.com, di Stasiun Manggarai, Rabu (9/4/2025).

Jumlah pengguna KRL semakin banyak dibandingkan sebelum libur Lebaran 2025.

“Saya tadi naik kereta dari Bekasi Timur ke Manggarai itu padat banget, desek-desekan banget, lebih parah dari sebelumnya. Bahkan, kaki saya saja yang napak cuma satu, saking padatnya,” ungkap Alisa.